Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Senin (25/5/2026). Laju indeks mendapat sokongan kuat dari euforia kenaikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Dilansir dari Bloombergtechnoz, IHSG ditutup menguat sebesar 0,72% dan parkir di posisi 6.206. Sepanjang hari, indeks bergerak fluktuatif pada rentang terendah 6.124 hingga mencapai level tertinggi di 6.239.
Aktivitas perdagangan hari ini mencatat volume transaksi mencapai 27,66 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp16,95 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,06 juta kali transaksi.
Kondisi pasar didominasi oleh performa positif, di mana sebanyak 470 saham mengalami penguatan. Sementara itu, 236 saham mencatatkan pelemahan dan 114 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak.
Sektor transportasi, keuangan, dan properti menjadi motor utama yang menggerakkan penguatan IHSG. Masing-masing sektor tersebut melaju positif dengan kenaikan sebesar 3,82%, 1,42%, dan 1,29%.
Data Bloomberg menunjukkan bahwa apresiasi IHSG dipicu langsung oleh lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Saham BBRI menjadi penopang penuh di zona hijau hingga penutupan pasar.
Saham BBRI tercatat menguat 3,93% ke level Rp3.170 per saham. Volume perdagangan saham bank pelat merah ini mencapai 242 juta saham dengan total nilai transaksi harian sebesar Rp766 miliar.
Selain faktor domestik, pergerakan positif IHSG juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah dunia ke bawah level US$100 per barel. Sentimen ini muncul seiring harapan kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Kesepakatan tersebut terkait dengan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Informasi ini disitir dari catatan terbaru Phintraco Sekuritas yang dirilis pada Senin.
Meski menguat, pergerakan IHSG dinilai masih fluktuatif akibat pengaruh rebalancing indeks MSCI. Sentimen lain datang dari proses implementasi beberapa kebijakan baru dari pemerintah.
Secara teknikal, pergerakan indeks sempat menembus level MA-5, namun posisinya kembali ditutup di bawah level tersebut. Indikator Stochastic RSI terpantau membentuk pola golden cross pada area jenuh jual (oversold).
IHSG diproyeksikan akan bergerak pada kisaran level 6.100 hingga 6.300 pada perdagangan selanjutnya.
Berikut adalah daftar 10 saham teratas yang menjadi penopang utama laju IHSG berdasarkan data Bloomberg pada Senin (25/5/2026):
| Bank Rakyat Indonesia (BBRI) | 18,91 poin |
| Bank Central Asia (BBCA) | 18,82 poin |
| Astra International (ASII) | 8,01 poin |
| Bank Mandiri (BMRI) | 7,86 poin |
| Amman Mineral Internasional (AMMN) | 7,63 poin |
| Bank Negara Indonesia (BBNI) | 3,58 poin |
| Merdeka Copper Gold (MDKA) | 3,42 poin |
| MD Entertainment (FILM) | 2,77 poin |
| Indofood Sukses Makmur (INDF) | 2,14 poin |
| Bank Syariah Indonesia (BRIS) | 1,53 poin |
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·