IHSG Ditutup Stagnan ke Level 7.621 pada Kamis Sore

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan penurunan tipis sebesar 2,2 poin atau 0,03 persen ke level 7.621 pada penutupan perdagangan Kamis (16/4/2026). Pergerakan indeks cenderung stagnan meski sempat berfluktuasi tajam antara zona hijau dan merah sepanjang hari.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp18,14 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 39,81 miliar saham. Dilansir dari Bloombergtechnoz, sebanyak 356 saham terpantau menguat, sementara 318 saham melemah, dan 147 saham lainnya tidak bergerak.

Sektor infrastruktur menjadi pemberat utama laju indeks dengan koreksi sebesar 0,6 persen, diikuti sektor barang baku yang turun 0,39 persen dan sektor properti 0,35 persen. Pelemahan juga terjadi pada saham konsumen non-primer sebesar 0,21 persen serta sektor energi yang turun tipis 0,06 persen.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau menguat tipis 0,02 persen ke posisi Rp17.136 per dolar AS. Pergerakan mata uang Garuda ini sejalan dengan tren positif mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang didominasi oleh zona hijau.

Bursa Asia merespons positif ekspektasi perpanjangan gencatan senjata konflik Timur Tengah dan potensi pembicaraan antara Amerika Serikat dengan Iran. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,38 persen, KOSPI menguat 2,21 persen, dan Hang Seng melejit 1,72 persen berdasarkan catatan Phillip Sekuritas Indonesia.

Analis Phintraco Sekuritas menilai kondisi IHSG secara teknikal saat ini masih berada di area jenuh beli (overbought). Faktor tersebut mendorong investor melakukan aksi ambil untung atau profit taking sehingga pergerakan indeks tertahan.

"Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways pada kisaran 7.550 – 7.700," papar Phintraco dalam riset terbarunya, Kamis. Indeks tercatat menghadapi uji resistance pada level 7.698 sebelum akhirnya ditutup sedikit melemah.

Panin Sekuritas memproyeksikan potensi rebound jika IHSG mampu bertahan di atas level dukungan terdekat pada rentang 7.418 hingga 7.549. Apabila berhasil melampaui resistansi 7.774, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju target level 8.000 dalam jangka menengah.