Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,12 persen pada Jumat (8/5/2026) pagi. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia tersebut menyentuh level 7.182,96 tepat pukul 09.00 WIB di tengah kondisi pasar regional Asia yang cenderung fluktuatif.
Kenaikan tipis ini menjadi kelanjutan tren positif dari penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi 7.174,32. Data operasional yang dihimpun dari Stockbit menunjukkan nilai transaksi pada awal sesi tercatat mencapai Rp347,48 miliar.
Aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia pada menit-menit awal ini melibatkan pertukaran 1,52 miliar lembar saham. Adapun frekuensi transaksi tercatat telah dilakukan sebanyak 55,56 ribu kali oleh para pelaku pasar.
Kondisi berbeda ditunjukkan oleh nilai tukar rupiah yang terpantau bergerak stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Stockbit, mata uang Garuda berada di posisi Rp17.357 per dolar AS, tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Pergerakan pasar modal di kawasan regional Asia justru menunjukkan arah yang beragam pada pagi yang sama. Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami pelemahan sebesar 0,29 persen menuju level 62.654,01, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi paling dalam hingga 1,00 persen ke level 26.359,79.
Sentimen negatif juga terlihat di Singapura melalui Indeks Straits Times yang turun 0,24 persen ke level 4.930,22. Sebaliknya, Indeks Shanghai Composite di China justru mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,20 persen dengan bertengger di posisi 4.168,45.
Secara keseluruhan, kinerja IHSG pada pembukaan ini tetap menunjukkan ketahanan meskipun mayoritas bursa utama di Asia Tenggara dan Asia Timur mengalami tekanan jual pada awal sesi perdagangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·