Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026) meski mayoritas bursa saham di kawasan Asia mengalami penguatan signifikan. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks domestik turun 0,46 persen atau berada pada posisi 7.559.
Penurunan tajam juga dialami oleh indeks LQ45 yang merosot hingga 1,61 persen menuju level 743,67. Sepanjang hari, IHSG bergerak pada rentang tertinggi 7.568 dan sempat menyentuh titik terendah di 7.511, yang menandakan posisi indeks kembali mendekati level dukungan krusial di area 7.500.
Sektor energi menjadi pemberat utama dengan koreksi sebesar 0,79 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur yang melemah 0,67 persen. Beberapa saham yang mencatatkan penurunan terdalam antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Golden Flower Tbk (POLU) yang masing-masing anjlok 14,9 persen, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang turun 14,7 persen.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan bursa regional seperti KOSPI Korea yang melesat 2,72 persen dan NIKKEI 225 Tokyo yang tumbuh 0,89 persen. Pelemahan IHSG dipicu oleh pengumuman MSCI yang tetap membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026, meskipun otoritas pasar modal telah melakukan reformasi kebijakan.
MSCI menyatakan masih melakukan evaluasi terhadap konsistensi kebijakan baru, termasuk transparansi data kepemilikan dan rencana peningkatan ambang batas minimal free float menjadi 15 persen. Sentimen ini diperburuk oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mengancam pasokan energi global.
Lembaga riset pasar mencatat kekhawatiran investor terhadap potensi penghapusan saham tertentu dari indeks global. Phintraco Sekuritas dalam laporan riset terbarunya menjelaskan dinamika pasar yang sedang berlangsung.
"Investor juga mengantisipasi MSCI akan menghapus saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Namun kekhawatiran terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia ke kategori Frontier Market diperkirakan mulai mereda," papar Phintraco Sekuritas dalam riset terbarunya, Selasa.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terpantau masih tertekan pada level Rp17.144 per dolar AS menurut data Bloomberg. Panin Sekuritas mencatat bahwa eskalasi di Teluk Oman menjadi faktor utama yang memicu arus keluar modal asing dari pasar domestik.
"Menteri Luar Negeri Iran, menyatakan pihaknya tidak akan berpartisipasi pada negosiasi damai dengan AS, setelah pihak AS menyita kapal kargo milik Iran di Teluk Oman," terang Panin Sekuritas dalam laporan Trading Idea 21 April 2026.
Kondisi keamanan global semakin tidak menentu setelah adanya peringatan keras dari pihak Amerika Serikat mengenai potensi serangan militer. Hal ini menambah beban bagi pergerakan aset berisiko di dalam negeri.
"Meningkatnya friksi antar kedua negara mendorong probabilitas potensi negosiasi tidak akan menghasilkan kesepakatan substantif yang mampu meredakan ketegangan."
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·