Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,38 persen ke level 7.646 pada penutupan sesi I, Rabu (15/4/2026). Penurunan ini dipicu oleh depresiasi nilai tukar rupiah yang menyentuh level terendah sepanjang sejarah di angka Rp17.138 per dolar AS pada pukul 10.10 WIB.
Laju indeks terus tertekan dalam rentang perdagangan antara 7.773 hingga level terendah 7.642. Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai transaksi di bursa mencapai Rp9,41 triliun dengan volume 20,79 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,32 juta kali.
Kondisi pasar menunjukkan tekanan yang cukup luas dengan pelemahan pada 294 saham, sementara 334 saham menguat dan 182 saham lainnya stagnan. Sektor konsumen non-primer, keuangan, dan energi menjadi pemberat utama dengan koreksi masing-masing sebesar 0,56 persen, 0,45 persen, dan 0,25 persen.
Beberapa saham berkapitalisasi besar mencatatkan penurunan signifikan, di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun 4,2 persen dan PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) merosot 4 persen. Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) juga terpeleset 4 persen, diikuti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 3,2 persen.
Tren negatif turut melanda jajaran saham unggulan LQ45, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 1,5 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 1,1 persen. Pelemahan rupiah selama lima hari berturut-turut menjadi faktor utama yang menyeret performa IHSG ke zona merah pada perdagangan hari ini.
Meskipun harga minyak dunia mulai stabil seiring meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, hal tersebut belum mampu menopang rupiah. Tingginya permintaan dolar AS di pasar domestik untuk pembayaran utang luar negeri korporasi dan kebutuhan impor menjadi penyebab utama kelangkaan likuiditas valas.
Selain faktor musiman seperti repatriasi dividen, tekanan pada rupiah juga diperberat oleh penurunan cadangan devisa per Maret 2026. Situasi ini diperumit dengan kekhawatiran pasar terhadap beban fiskal pemerintah untuk subsidi energi dan pelaksanaan program-program prioritas.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·