IHSG Menguat 2,14 Persen ke Level 7.660 pada Sesi Pertama

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 160,57 poin atau 2,14 persen ke level 7.660,76 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (14/4/2026). Pergerakan indeks terpantau stabil di zona hijau sejak pembukaan pagi hari.

Data perdagangan yang dilansir dari Money menunjukkan indeks sempat menyentuh angka tertinggi harian di 7.686,36 setelah dibuka pada posisi 7.598,80. Aktivitas pasar tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 28,67 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp 13,60 triliun.

Penguatan ini didorong oleh 513 saham yang bergerak naik, sementara 131 saham melemah dan 173 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Sektor infrastruktur memimpin lonjakan sebesar 4,86 persen, diikuti sektor industrial yang menguat 3,05 persen.

Sektor pendukung lainnya meliputi industri dasar yang naik 3,01 persen, energi 2,94 persen, serta transportasi 2,20 persen. Sektor keuangan sebagai penggerak utama indeks turut menguat 1,24 persen, sedangkan sektor cyclical menjadi satu-satunya yang terkoreksi 1,10 persen.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa komunikasi terbaru antara Iran dan Amerika Serikat menjadi katalis utama. Iran dilaporkan kembali menghubungi pihak AS untuk melanjutkan negosiasi damai secara tatap muka.

"Setelah sebelumnya Iran dan Amerika tidak lagi sepakat mengenai perdamaian, tiba-tiba Iran menghubungi Amerika untuk kembali berdiskusi mengenai negosiasi perdamaian pada pertemuan tatap muka berikutnya," ujar Nico. Pertemuan ini dikabarkan berpotensi kembali digelar di Islamabad.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan tetap terbuka terhadap dialog meski masih memberlakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Sentimen diplomasi ini memicu penguatan indeks Dow Jones sebesar 0,63 persen dan S\&P 500 yang naik 1,02 persen.

Selain faktor geopolitik, penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level 4,29 persen ikut meredakan tekanan di pasar keuangan global. Namun, para investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang masih tergolong tinggi.

Pasar kini sedang mengantisipasi sejumlah data ekonomi penting, termasuk rilis produk domestik bruto (PDB) China kuartal I-2026. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut diproyeksikan berada di kisaran 4,7 hingga 4,9 persen secara tahunan.