IHSG Menguat ke Level 7.086 di Tengah Optimisme Pasar Global

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan ke level 7.086 pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi. Kenaikan ini dipicu oleh tren positif di pasar saham global serta meningkatnya optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi saat ketegangan geopolitik mulai mereda.

Laju indeks mendapat sokongan dari sektor domestik melalui laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Data yang dilansir dari Antara menyebutkan angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam empat tahun terakhir, didampingi inflasi April yang terjaga di level 2,42 persen.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memaparkan bahwa secara teknikal IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak naik. Ia menetapkan rentang pergerakan indeks berada di level support 6.950 hingga resistance 7.160.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.950–7.160," ujar Nico.

Nico menilai langkah-langkah yang diambil Bank Indonesia (BI) melalui intervensi pasar valas dan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional merupakan upaya stabilisasi yang krusial. Strategi ini diharapkan mampu meredam gejolak nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

"Apabila usaha ini masih belum membuahkan hasil, kami berharap BI memberikan amunisi baru untuk menjaga agar Rupiah setidaknya dapat stabil," ujar Nico.

Kondisi geopolitik di Selat Hormuz menjadi perhatian pelaku pasar global setelah Amerika Serikat dilaporkan mulai menurunkan eskalasi konflik dengan Iran. Meredanya ketegangan tersebut berdampak pada penurunan harga minyak dunia, yang memberikan stimulus positif bagi aset berisiko seperti saham di berbagai kawasan.

Di Amerika Serikat, dinamika ekonomi menunjukkan hasil beragam dengan penurunan Indeks ISM Services menjadi 53,6 pada April 2026. Namun, tekanan inflasi tetap tinggi yang terlihat dari komponen ISM Services Prices Paid di level 70,7, sementara data tenaga kerja menunjukkan peningkatan jumlah PHK menjadi 1,867 juta jiwa.

Bursa saham Asia mayoritas bergerak di zona hijau pada Rabu pagi, dengan Nikkei Jepang naik 0,38 persen dan Shanghai Composite menguat 1,03 persen. Penguatan serupa juga terlihat di Wall Street semalam, di mana indeks S&P 500 ditutup naik 0,81 persen ke posisi 7.259,22.