Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 155,27 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.655,45 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (14/4/2026). Pergerakan indeks konsisten berada di zona positif setelah dibuka pada level 7.598,80 pagi tadi.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Money menunjukkan mayoritas saham mengalami penguatan, dengan rincian 517 saham naik, 142 saham melemah, dan 156 saham stagnan. Aktivitas transaksi di pasar modal tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 22,11 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp 10,37 triliun.
Katalis utama penguatan pasar modal domestik berasal dari kabar mengenai inisiatif Iran untuk kembali membuka jalur komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat (AS). Iran dilaporkan telah menghubungi pihak AS guna melanjutkan negosiasi damai secara tatap muka setelah sebelumnya mengalami kebuntuan.
"Setelah sebelumnya Iran dan Amerika tidak lagi sepakat mengenai perdamaian, tiba-tiba Iran menghubungi Amerika untuk kembali berdiskusi mengenai negosiasi perdamaian pada pertemuan tatap muka berikutnya," ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.
Nico menambahkan bahwa pertemuan tersebut berpotensi digelar di Islamabad, Pakistan, dengan dukungan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya tetap terbuka pada dialog meskipun masih menerapkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap Iran.
Sentimen geopolitik ini memberikan dampak positif pada bursa global, di mana indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63 persen dan S&P 500 menguat 1,02 persen. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level 4,29 persen turut mengurangi tekanan di pasar keuangan global pagi ini.
Investor kini tengah menanti rilis data ekonomi penting lainnya sepanjang pekan, termasuk inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat dan laporan Fed Beige Book pada 16 April 2026. Fokus pasar juga tertuju pada data produk domestik bruto (PDB) China kuartal I-2026 yang diproyeksikan tumbuh di angka 4,7 hingga 4,9 persen.
Dari dalam negeri, pemerintah sedang mempersiapkan kebijakan konversi pelaku usaha rokok ilegal ke sistem resmi melalui pembayaran cukai yang ditargetkan berlaku Mei 2026. Kebijakan ini diambil tanpa menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran pada tahun 2026 untuk menekan disparitas harga di pasar.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·