IHSG Menguat ke Level 7.709 pada Penutupan Sesi I Rabu

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,44 persen ke level 7.709,56 pada akhir perdagangan Sesi I, Rabu (15/4/2026), meski sempat bergerak fluktuatif sejak pembukaan pagi hari. Penguatan indeks ini didorong oleh performa positif sejumlah sektor utama, terutama transportasi dan perindustrian.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai transaksi perdagangan pada paruh pertama hari ini mencapai Rp13,63 triliun dengan volume mencapai 33,13 miliar saham. Sebanyak 418 saham mencatatkan kenaikan harga, sementara 229 saham melemah, dan 168 saham lainnya berada di posisi stagnan.

Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 3,43 persen, diikuti sektor perindustrian yang naik 3,31 persen, dan barang baku sebesar 1,11 persen. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi penahan laju indeks dengan mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,16 persen.

Beberapa saham dalam indeks LQ45 menjadi motor penggerak kenaikan, seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melonjak 6,31 persen. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga terapresiasi masing-masing sebesar 6,23 persen pada sesi ini.

Kondisi hijau di pasar domestik sejalan dengan penguatan serentak bursa saham di Asia, di mana Indeks KOSDAQ melonjak 2,38 persen dan Kospi naik 2,32 persen. Sentimen positif di kawasan ini dipicu oleh kabar kesepakatan pembicaraan langsung antara Israel dan Lebanon serta rencana perdamaian AS-Iran.

Meskipun sentimen global membaik, analisis pasar tetap menyoroti adanya risiko arus keluar modal asing akibat pelemahan nilai tukar mata uang lokal. Hal ini dinilai mencerminkan fundamental domestik yang masih rentan menjelang pertemuan kebijakan moneter pada pekan depan.

Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas menunjukkan tren penguatan pasar masih berlanjut yang terlihat dari pergerakan positif histogram MACD. "Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 7.700–7.800 pada perdagangan hari ini," terang Phintraco Sekuritas dalam catatannya.