IHSG Merosot 3,53 Persen Menuju Level 6.723 Selama Pekan Ini

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 3,53 persen ke posisi 6.723,32 sepanjang periode perdagangan 11 hingga 13 Mei 2026 sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Penurunan signifikan ini berdampak pada nilai kapitalisasi pasar Bursa yang terkoreksi hingga Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penurunan performa pada sejumlah instrumen transaksi harian. Rata-rata volume transaksi mengalami penyusutan 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham, sementara frekuensi transaksi harian juga turun tipis 0,56 persen menjadi 2,53 juta kali perdagangan.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan bahwa rata-rata nilai transaksi harian pada pekan ini berada di angka Rp18,82 triliun. Angka tersebut menunjukkan perubahan dibandingkan pencapaian pekan sebelumnya yang menyentuh Rp23,05 triliun.

"Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penurunan indeks ini terjadi di tengah aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai Rp1,53 triliun pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih investor asing telah menyentuh angka Rp40,823 triliun.

Sektor barang baku, infrastruktur, dan energi menjadi penekan utama laju indeks dengan koreksi masing-masing sebesar 4,42 persen, 2,71 persen, dan 1,61 persen. Meskipun mayoritas saham melemah, beberapa saham di indeks LQ45 seperti CPIN masih mencatatkan penguatan sebesar 4,52 persen.

Pada perdagangan terakhir di hari Rabu, tercatat sebanyak 416 saham mengalami pelemahan berbanding dengan 239 saham yang menguat. Pergerakan IHSG terpantau berada pada rentang level 6.787 hingga titik terendah di posisi 6.705.