IHSG Merosot ke Level 6.763 Akibat Pelemahan Rupiah dan Rebalancing MSCI

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah hingga 94,95 poin atau terkoreksi 1,38 persen ke posisi 6.763 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melampaui level Rp17.500 serta dampak pengumuman rebalancing indeks MSCI.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Bloombergtechnoz, volume transaksi mencapai 9,68 miliar saham dengan nilai Rp2,65 triliun dalam lima menit pertama. Tercatat sebanyak 321 saham mengalami pelemahan harga, sementara 161 saham menguat dan 205 saham lainnya stagnan.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa pergerakan indeks saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan perubahan bobot portofolio global. Fokus pasar tertuju pada posisi rupiah dan keluarnya sejumlah saham dari daftar indeks bergengsi.

“Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas cenderung melemah dengan level resistance terdekat pada 6.960–7.000 dan support pada 6.760–6.780,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Senada dengan hal tersebut, Phintraco Sekuritas menyoroti bahwa hasil rebalancing indeks MSCI Mei 2026 menunjukkan lebih banyak saham yang dihapus dibandingkan perkiraan awal pasar. Dalam indeks standar global, saham-saham seperti AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT resmi dikeluarkan.

“Pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG,” mengutip paparan Phintraco.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi volatilitas pasar akan tetap tinggi karena kombinasi sentimen negatif dari Wall Street dan aksi jual investor asing. Namun, kenaikan harga komoditas energi diharapkan mampu menjadi penahan kejatuhan indeks lebih dalam.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.760–6.660 dan resistance 6.960–7.055,” tulis riset CGS International.

Panin Sekuritas menambahkan bahwa rilis data inflasi Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi memicu kekhawatiran sikap hawkish bank sentral AS di masa depan. Kondisi ini memperparah arus modal keluar (outflow) asing dari pasar saham domestik.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya,” mengutip Panin Sekuritas.

Dalam daftar MSCI Small Cap Indexes, saham AMRT menjadi satu-satunya yang ditambahkan. Sebaliknya, sejumlah saham seperti ANTM, AALI, BSDE, hingga SIDO harus keluar dari daftar indeks kapitalisasi kecil tersebut.