IMF Akui Ketahanan Ekonomi Hong Kong Sebagai Hub Keuangan Global

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Dana Moneter Internasional (IMF) mengonfirmasi pemulihan ekonomi Hong Kong yang berkelanjutan dan memperkuat status wilayah tersebut sebagai pusat keuangan internasional serta penghubung utama bagi pasar global. Pengakuan ini tertuang dalam Pernyataan Penutup Staf Konsultasi Pasal IV 2026 yang dirilis pada hari ini, Sabtu (16/5/2026), di Hong Kong.

Dewan Pengembangan Layanan Keuangan (FSDC) menyambut baik laporan tersebut yang menilai risiko sektor keuangan tetap terkendali berkat penyangga modal yang cukup dan regulasi ketat. IMF menyoroti peran Hong Kong sebagai "konektor super" antara Tiongkok daratan dengan seluruh dunia yang kini semakin solid.

Sektor perbankan menunjukkan ketahanan signifikan dengan pertumbuhan total pinjaman sebesar 4,7 persen secara tahunan (YoY) pada Maret 2026. Data pemerintah juga mencatat kenaikan harga properti residensial sebesar 7,8 persen pada kuartal pertama tahun 2026, yang menunjukkan pemulihan pasar properti secara luas.

Ketua FSDC, Benjamin Hung, memberikan tanggapan resmi terkait penilaian positif dari lembaga keuangan internasional tersebut terhadap stabilitas kawasan.

"The IMF's assessment once again affirms Hong Kong's resilience and structural advantages as a global financial hub. Solid economic fundamentals, well-established financial infrastructure, and close connectivity with global markets continue to strengthen Hong Kong's role as a capital hub and a key gateway for international investors accessing the Mainland market." ujar Benjamin Hung, Chairman of the FSDC.

Laporan IMF mencatatkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 melampaui ekspektasi yang didorong oleh ekspor teknologi dan peningkatan permintaan swasta. IMF juga memproyeksikan Hong Kong memiliki posisi strategis untuk mengembangkan sektor keuangan digital dan keuangan berkelanjutan di masa depan.

Berdasarkan panduan Rencana Lima Tahun ke-15 negara tersebut, Hong Kong berencana memperkuat perannya sebagai pusat bisnis RMB lepas pantai global dan manajemen risiko internasional. Langkah ini akan didukung oleh inovasi finansial dan pembangunan strategis seperti proyek Northern Metropolis untuk memacu pertumbuhan jangka panjang.