Editor Revista Noticias, Tristán Rodríguez Loredo, mengungkapkan bahwa tingkat investasi di Argentina masih tertahan pada level rendah yakni berkisar antara 15,5 hingga 16 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua tahun terakhir pada Jumat (15/5/2026).
Kondisi kelesuan ekonomi ini menempatkan Argentina jauh di bawah standar investasi global, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara yang mengalami pertumbuhan pesat selama beberapa dekade terakhir.
"Argentina, en los últimos dos años, está entre el 15,5 y el 16% del PBI que el país en su conjunto destina a inversión" jelas Rodríguez Loredo dalam wawancara bersama Canal E.
Rodríguez Loredo membandingkan performa domestik dengan model ekonomi China yang mampu mempertahankan angka investasi pada kisaran 40 hingga 45 persen dari PDB selama dua puluh tahun.
"China es un país que durante dos décadas estuvo invirtiendo entre 40 y 45 puntos del PBI" tambah Rodríguez Loredo.
Analisis tersebut menunjukkan bahwa Argentina bahkan tidak pernah mencapai setengah dari performa China tersebut, di mana pada periode terbaiknya pun, tingkat investasi negara tersebut tidak melampaui angka 24 persen.
"Argentina nunca pasó, aún en las mejores épocas, de invertir más de 23 o 24 puntos del PBI" tegas Rodríguez Loredo.
Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi adalah kecenderungan warga Argentina untuk mengamankan aset dalam bentuk dolar AS dibandingkan menyuntikkannya ke sektor produktif akibat faktor trauma sejarah dan ketidakpercayaan terhadap sistem.
"El año pasado los argentinos, las personas físicas, invirtieron casi 5 puntos del PBI comprando dólares para ahorro" ungkap Rodríguez Loredo.
Data tersebut menunjukkan bahwa dana yang seharusnya bisa menggerakkan industri justru mengalir ke tabungan pribadi karena adanya kekhawatiran dari masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional.
"Se compran dólares para ahorro, para el colchón, para la cuenta, porque no se quieren inyectar en el sistema productivo por temor, por historia" kata Rodríguez Loredo.
Terkait upaya pemulihan, Pemerintah Argentina telah memperkenalkan skema insentif seperti RIGI dan RIMI untuk memberikan kepastian hukum bagi para pemodal besar di sektor strategis seperti pertambangan dan energi.
"El Gobierno inventó estos regímenes, como el RIGI, o ahora el RIMI, que básicamente es para darle seguridad a los grandes inversores" jelas Rodríguez Loredo.
Meskipun minat investasi mulai terlihat, Rodríguez Loredo menekankan bahwa realisasi aliran dana dan dampak aktivitas ekonominya masih membutuhkan waktu untuk benar-benar terasa di lapangan.
"Hay muchas promesas, hay muchas solicitudes, pero el dinero va llegando, los flujos de fondos llegan un poco más tarde y la actividad un poco más tarde" urai Rodríguez Loredo.
Tantangan terbesar bagi pemerintah ke depan adalah memastikan bahwa investasi yang masuk dapat memberikan dampak turunan yang merata ke berbagai wilayah dan sektor lainnya di seluruh Argentina.
"La dualidad no es si va a haber inversiones o no, sino cuánto va a haber y cómo va a ser eso para que, como dicen los economistas, derrame en el resto del país y en el resto de los sectores" tutup Rodríguez Loredo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·