Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen untuk tahun 2026 dalam laporan terbarunya yang dipublikasikan pada Selasa (14/4/2026). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan estimasi Januari lalu yang memprediksi pertumbuhan sebesar 5,1 persen.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, revisi ke bawah ini sejalan dengan prediksi perlambatan ekonomi global yang diperkirakan hanya menyentuh angka 3,1 persen pada tahun yang sama. Pecahnya konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan ekonomi dunia setelah sebelumnya tertekan hambatan perdagangan.
"Dengan asumsi konflik tetap terbatas dari sisi durasi dan cakupan, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan melambat menjadi 3,1% pada 2026 dan 3,2% pada 2027," sebut IMF dalam laporan resminya. Lembaga tersebut juga memperkirakan ekonomi Indonesia baru akan kembali ke level 5,1 persen pada tahun 2027 mendatang.
Selain IMF, Bank Dunia juga melakukan koreksi terhadap prospek ekonomi nasional dengan menetapkan angka pertumbuhan sebesar 4,7 persen pada 2026. Proyeksi ini lebih rendah dari laporan edisi Oktober 2025 yang saat itu masih optimis pada angka 4,8 persen.
Laporan Bank Dunia bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 menyebutkan bahwa tekanan eksternal menjadi pemicu utama. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan sikap hati-hati para investor internasional atau risk-off sentiment memperberat langkah pertumbuhan domestik.
Di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan oleh Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil di angka 5,2 persen sepanjang 2026 hingga 2027. ADB menilai permintaan domestik yang kuat serta belanja infrastruktur yang masif menjadi benteng pertahanan bagi kawasan Asia Tenggara.
Meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah terus memanas, ADB meyakini ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga berkat fondasi internal yang solid. Laporan bertajuk Asian Development Outlook April 2026 tersebut menekankan pentingnya stabilitas kawasan dalam menghadapi tantangan global.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·