London (ANTARA) - Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Senin (4/5) mengatakan bahwa kapal-kapal yang beroperasi di dekat Selat Hormuz harus tetap menerapkan “kewaspadaan maksimum,.
Pernyataan tersebut menyusul laporan tentang operasi Amerika Serikat (AS) untuk “memandu” kapal-kapal yang terdampar keluar dari kawasan tersebut.
Dalam sebuah respons tertulis kepada Xinhua, seorang juru bicara IMO mengatakan: "Kami mengetahui laporan itu tetapi tidak memiliki rincian lebih lanjut. Kami terus mendesak kapal-kapal agar menerapkan kewaspadaan maksimum di wilayah tersebut."
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5) mengatakan bahwa AS akan memulai operasi fasilitasi transit pada Senin untuk "memandu" kapal-kapal yang terjebak melewati Selat Hormuz.
Sebagai respons, komando militer Iran pada Senin memperingatkan bahwa pasukan bersenjata asing mana pun, khususnya AS, akan diserang jika mereka mencoba mendekati atau memasuki selat itu.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris UKMTO) mengonfirmasi bahwa AS telah menetapkan area keamanan yang ditingkatkan di selatan Skema Pemisahan Lalu Lintas di Selat Hormuz guna mendukung perlintasan kapal.
Namun demikian, UKMTO memperingatkan bahwa tingkat ancaman keamanan maritim di wilayah tersebut tetap "kritis" karena aktivitas militer regional yang sedang terjadi.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·