Indeks harga saham gabungan Korea Selatan, Kospi, ditutup melonjak sebesar 2,21 persen ke level 6.226,05 pada Kamis (16/4/2026) seiring munculnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan ini menandai level penutupan tertinggi sejak akhir Februari 2026 dan memulihkan kerugian besar yang terjadi pada awal pekan.
Kenaikan indeks acuan tersebut setara dengan penambahan 134,66 poin dan mengonfirmasi reli selama tiga hari berturut-turut berdasarkan data penutupan perdagangan. Pemulihan ini berbanding terbalik dengan kondisi pada Senin (13/4/2026), saat Kospi sempat tergelincir 1,06 persen ke posisi 5.796,61 akibat kegagalan negosiasi awal yang memicu kekhawatiran blokade Selat Hormuz.
Laju positif pasar modal kali ini didorong oleh laporan pendapatan produsen chip TSMC yang melampaui ekspektasi serta kemajuan diplomatik di Timur Tengah. Analis Daishin Securities, Lee Kyoung-min, memberikan pandangannya terhadap situasi pasar terkini melalui laporan Reuters.
"Pasar melihat skenario yang mungkin terjadi bahwa ketidakpastian geopolitik seputar perang Iran akan mereda atau terselesaikan," kata Lee Kyoung-min, analis di Daishin Securities.
Penjelasan tersebut didukung oleh meredanya kekhawatiran atas guncangan energi yang selama ini menekan ekonomi Korea Selatan sebagai negara pengimpor minyak. Di sektor teknologi, Samsung Electronics mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,08 persen, sementara pesaingnya, SK Hynix, menguat 1,67 persen hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Sektor otomotif dan baterai juga membukukan keuntungan signifikan dengan kenaikan Hyundai Motor sebesar 5,12 persen dan Kia Corp sebesar 4,22 persen. Analis Mirae Asset Securities, Seo Sang-young, sebelumnya sempat memperingatkan risiko disrupsi rantai pasok global saat pasar mengalami tekanan jual yang luas pada awal pekan.
"Blokade Selat Hormuz oleh AS meningkatkan kemungkinan volatilitas pasar dan disrupsi rantai pasok global," ujar Seo Sang-young, analis dari Mirae Asset Securities.
Meski sempat ada kekhawatiran tersebut, data perdagangan Kamis menunjukkan dominasi sentimen beli dengan 657 saham menguat berbanding 207 saham yang turun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai 464,4 miliar won atau sekitar 315,43 juta dolar AS, berbalik dari aksi jual bersih senilai 630,8 miliar won pada perdagangan Senin lalu.
Nilai tukar won juga menunjukkan penguatan ke posisi 1.473,1 per dolar AS, naik 0,16 persen dari penutupan sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat berada pada level 3,677 persen, mencerminkan stabilisasi di pasar pendapatan tetap seiring meredanya tensi geopolitik.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·