ARTICLE AD BOX
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Indonesia secara aktif membuka lebar peluang kerja sama dengan Qatar di bidang riset, mobilitas akademik, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul. Inisiatif strategis ini dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Al-Dosari, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Indonesia berkomitmen penuh untuk memperluas kolaborasi riset lintas negara, termasuk membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Qatar. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memajukan sektor pendidikan tinggi dan penelitian kedua negara, seperti dilansir dari media Cahaya.
Menteri Brian Yuliarto mengungkapkan, Kemdiktisaintek sedang melakukan penelitian di berbagai bidang dan sangat membuka peluang untuk kolaborasi riset bersama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Qatar. Melalui skema proyek penelitian bersama, para peneliti dari kedua negara dapat bekerja sama secara langsung.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendorong peningkatan mobilitas mahasiswa, termasuk kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dan melakukan riset di universitas-universitas di Qatar. Hal ini diharapkan dapat memperluas akses talenta terbaik Indonesia terhadap pendidikan dan riset kelas dunia.
Duta Besar Qatar, Sultan bin Mubarak Al-Dosari, menyambut baik tawaran kerja sama ini. Ia menegaskan kesiapan negaranya untuk mempererat hubungan di sektor pendidikan tinggi, menunjukkan komitmen kuat Qatar dalam kemitraan bilateral.
Diskusi juga mencakup potensi kerja sama dengan sejumlah universitas unggulan di Qatar yang telah bermitra dengan institusi pendidikan terkemuka dunia. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia ke fasilitas serta keahlian riset kelas dunia.
Kedua belah pihak turut membahas potensi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Qatar. Berbagai skema, termasuk program beasiswa, akan diupayakan untuk memperluas akses talenta unggul Indonesia terhadap pendidikan dan riset bertaraf global. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia mencetak generasi penerus yang kompeten.
Pembicaraan juga menyentuh kemungkinan pengembangan program gelar ganda (double degree) dan gelar bersama (joint degree) pada jenjang magister dan doktoral. Program ini akan memungkinkan mahasiswa menempuh studi di kedua negara dengan bimbingan akademik dari universitas mitra, memperkaya kurikulum dan memberikan perspektif global.
Dalam konteks yang lebih luas, diskusi antara Indonesia dan Qatar juga mencakup potensi kolaborasi di bidang sains terapan dan pengembangan teknologi berbasis riset. Fokus ini diarahkan untuk mendorong inovasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari upaya bersama mencapai kemajuan di kedua negara.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya mengaktifkan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antara sejumlah perguruan tinggi. Upaya perluasan kemitraan baru dengan institusi pendidikan tinggi lainnya di Indonesia juga menjadi prioritas. Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem inovasi yang kuat dan berkelanjutan.
Sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring global. Namun juga mendorong kontribusi nyata pendidikan tinggi dan riset dalam menanggapi tantangan pembangunan nasional dan global. Pendekatan ini menekankan hilirisasi riset, penguatan SDM unggul, serta sinergi antara pendidikan tinggi, sains, dan kebutuhan industri.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·