Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kreatif

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Arab Saudi Badr bin Abdullah bin Farhan di Jakarta pada Selasa (14/4/2026). Pertemuan bilateral ini dilakukan guna memperkokoh kemitraan strategis kedua negara melalui pengembangan sektor budaya dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut mencakup perluasan kolaborasi pada industri film, bidang fesyen, hingga kerajinan tangan. Dilansir dari Cahaya, kedua menteri juga menjajaki inisiatif bersama untuk mendorong inovasi dan pengembangan produk kreatif agar mampu menembus pasar global.

Pangeran Badr turut mengunjungi Galeri Nasional Indonesia untuk berdialog dengan Direktur Eksekutif Indonesian Heritage Agency, Indira Estiyanti Nurjadin. Kerja sama antarlembaga museum menjadi poin penting, termasuk rencana pertukaran tenaga ahli serta program peminjaman koleksi seni jangka panjang antarnegara.

Galeri Nasional sendiri saat ini mengelola lebih dari 1.700 karya seni visual yang meliputi lukisan dan patung. Selain menyimpan koleksi tetap, institusi ini aktif menjalankan fungsi edukasi melalui berbagai lokakarya dan seminar seni bagi masyarakat luas.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah bersama Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon. Museum tersebut memiliki nilai historis tinggi dengan koleksi mencapai 160.000 artefak, menjadikannya salah satu pusat dokumentasi sejarah terbesar di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia dan Arab Saudi memiliki sejarah panjang kolaborasi yang dapat terus dikembangkan untuk membangun masa depan budaya yang berkelanjutan," ujar Pangeran Badr melalui keterangan resminya. Pernyataan tersebut menegaskan optimisme terhadap arah diplomasi budaya kedua negara di masa depan.

Sebagai penutup rangkaian agenda, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi menyelenggarakan jamuan makan malam. Acara ini dihadiri oleh jajaran menteri kabinet Indonesia serta perwakilan diplomatik dari negara-negara Arab guna mempererat hubungan antarbangsa.