Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat SKB Ke&14

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Republik Indonesia dan Federasi Rusia menyelenggarakan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 di Kazan, Rusia, pada Selasa (12/5) guna memperkuat keterlibatan ekonomi dan mempersiapkan implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA). Pertemuan strategis ini berlangsung di sela-sela Kazan Forum 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov memimpin langsung pertemuan tersebut sebagai ketua bersama. Dilansir dari Detikcom, agenda tahunan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin saat bertemu pada April 2026.

"Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk meninjau perkembangan implementasi kerja sama bilateral sekaligus membahas berbagai isu prioritas dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia," jelas Airlangga, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Pembahasan dalam sidang pleno mencakup berbagai sektor vital, mulai dari perdagangan, investasi, pertanian, perikanan, hingga energi dan pendidikan tinggi. Airlangga menekankan pentingnya momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun ini sebagai landasan memperkuat komitmen ekonomi yang saling menguntungkan.

"SKB ke-14 ini juga menjadi platform penting untuk memastikan bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Rusia dapat ditindaklanjuti ke praktik ekonomi yang lebih nyata. Terlebih di tengah tatanan dan dinamika global saat ini, Indonesia mendorong kerja sama yang berorientasi pada kepentingan bersama, salah satunya melalui pemanfaatan Indonesia-EAEU FTA," ujar Airlangga.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam mengembangkan potensi kerja sama di masa depan. Rusia menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan pencapaian yang telah ada demi keuntungan bersama.

Pada sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyoroti peluang besar akses pasar produk unggulan nasional seperti sawit dan kelapa ke wilayah EAEU. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang mempercepat proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas serta pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-EAEU.

Terkait sektor energi, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memaparkan fokus pemerintah pada penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional. Upaya ini diarahkan pada pengembangan energi bersih guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga melalui kolaborasi dengan Rusia.

Selain itu, sektor pangan juga menjadi poin penting dalam diskusi bilateral tersebut melalui paparan mengenai pencapaian swasembada domestik. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan penguatan kapasitas produksi nasional yang sejalan dengan visi kepemimpinan presiden.

Airlangga Hartarto kemudian memberikan penegasan akhir mengenai pentingnya tindak lanjut teknis melalui sembilan kelompok kerja yang berada di bawah kerangka komisi bersama tersebut agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Indonesia berkomitmen terus mendorong agar semua WG di bawah kerangka SKB ini dapat menindaklanjuti agenda kerja sama, agar isu-isu teknis dapat segera diselesaikan, dan hasil pertemuan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat kedua negara," pungkas Airlangga.

Delegasi Rusia juga mendapatkan undangan resmi untuk berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares, perwakilan kementerian lembaga terkait, serta delegasi dari KADIN dan APINDO.