Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Batubara di ICEE 2026

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kolaborasi internasional dan transformasi teknologi pertambangan berkelanjutan dalam forum Indonesia-China Coal and Energy Conference and Expo (ICEE) 2026 pada Rabu (13/5/2026). Dirjen Minerba Kementerian ESDM menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis memperluas transfer teknologi dan visi energi modern.

Penguatan kemitraan strategis dengan Tiongkok ini bertujuan untuk menciptakan industri yang lebih efisien di tengah dinamika global. Melalui konferensi tersebut, kedua negara berupaya membangun jalur pengembangan sektor energi berkualitas tinggi yang adaptif terhadap tuntutan lingkungan.

"Kami menyambut baik terselenggaranya Indonesia-China Coal and Energy Conference and Expo 2026 sebagai forum kolaboratif yang mampu memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok di sektor energi dan pertambangan," ujar Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dilansir dari Detik Finance, sektor batubara masih menjadi penopang utama ketahanan energi nasional dan pasokan pembangkit listrik. Indonesia saat ini tercatat memiliki cadangan sumber daya batubara yang mencapai lebih dari 143 miliar ton sebagai modal pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah juga menyoroti berbagai tantangan kompleks yang dihadapi industri, termasuk fluktuasi harga komoditas dan tuntutan pengurangan emisi karbon. Sebagai solusinya, penerapan prinsip Good Mining Practice dan tata kelola yang transparan terus diperkuat oleh otoritas terkait.

Pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan otomatisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta keselamatan kerja. Inovasi ini mencakup penggunaan alat berat otonom berbasis GPS dan pengembangan teknologi coal beneficiation untuk menambah nilai operasional.

Hilirisasi juga menjadi fokus utama dalam strategi peningkatan nilai tambah sumber daya alam nasional. Salah satu proyek prioritas yang ditekankan adalah gasifikasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai langkah substitusi impor LPG guna memperbaiki neraca perdagangan.

Penyelenggaraan ICEE tahun 2026 mencatatkan peningkatan skala pameran sebesar 30 persen dengan luas area mencapai 20.000 meter persegi. Sebanyak 150 raksasa energi dunia turut berpartisipasi dalam ajang yang mempertemukan seluruh rantai industri pertambangan tersebut.

Daftar Perusahaan Terkemuka di ICEE 2026NoNama PerusahaanKategori Sektor
1China CoalEnergi dan Batubara
2SinopecEnergi dan Petrokimia
3HuaweiTeknologi dan Digitalisasi
4XCMG GroupAlat Berat Pertambangan
5Shandong EnergySumber Daya Energi

Acara ini diperkirakan menarik 15.000 kunjungan profesional dan melibatkan sekitar 300 tamu industri dari berbagai negara. Kehadiran lebih dari 600 pembeli dari perusahaan tambang utama diharapkan menciptakan kerja sama konkret dalam jangka panjang bagi industri energi kedua negara.