Pemerintah Indonesia menetapkan Kazakhstan sebagai pintu utama ekspansi perdagangan ke kawasan Eurasia menyusul penyelesaian kesepakatan dagang Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement pada Rabu, 13 Mei 2026. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat akses pasar nontradisional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Kazakhstan memiliki posisi geografis yang krusial sebagai pusat konektivitas di Asia Tengah. Hal ini dilansir dari Money sebagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemitraan industrial yang lebih luas.
"Indonesia melihat Kazakhstan sebagai mitra strategis di Kawasan Asia Tengah dan Eurasia. Dengan posisi geografis dan konektivitas regional yang dimiliki Kazakhstan, terdapat peluang besar untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan industrial partnership antara kedua negara," ujar Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian.
Penguatan kerja sama ini mencakup berbagai sektor seperti energi terbarukan, mineral kritis, hingga ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai nilai 200 miliar dollar AS pada 2030. Pemerintah juga menjajaki peluang hilirisasi industri baterai kendaraan listrik dan sektor minyak bumi bersama negara dengan PDB 333,7 miliar dollar AS tersebut.
Pertemuan bilateral ini turut membahas pemanfaatan infrastruktur logistik Kazakhstan sebagai hub transit untuk mempermudah distribusi barang ekspor Indonesia. Selain itu, kedua negara sepakat untuk mendalami potensi rantai pasok regional yang dapat menguntungkan sektor investasi jangka panjang.
Perdana Menteri Bektenov memberikan respons positif terhadap rencana penguatan hubungan ekonomi tersebut dengan menyoroti potensi besar yang belum tergarap maksimal. Pihak Kazakhstan menyatakan ketertarikan mendalam untuk memperluas cakupan investasi antarnegara.
"Kazakhstan memberikan perhatian besar pada perluasan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Indonesia. Kami meyakini adanya potensi signifikan untuk meningkatkan capaian ini dan kami sangat tertarik untuk memperluas kerja sama investasi," ujar Bektenov, Perdana Menteri Kazakhstan.
Kerja sama ini juga menyinggung peran Astana International Financial Centre sebagai platform pendukung konektivitas modal di tingkat regional. Melalui diversifikasi pasar ke Kazakhstan, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan perdagangan pada mitra tradisional seperti China dan Amerika Serikat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·