Jakarta (ANTARA) - Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, menilai bahwa Indonesia perlu mendorong percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dalam kemitraan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa.
"Untuk Indonesia, Uni Eropa semoga bisa membantu kita di semua sektor SDGs, percepatan SDGs, karena SDGs ini akan mencapai ujungnya tahun 2030," kata Rezasyah kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dia menyatakan bahwa setiap anggota ASEAN memiliki laju pencapaian SDGs yang berbeda-beda. Dan hal itu perlu disadari bersama-sama, sehingga setiap anggota dapat saling membantu.
Sementara, ASEAN juga perlu menyadari bahwa Uni Eropa memiliki banyak ahli dan hasil riset yang terkait dengan kemajuan pembangunan dalam pencapaian SDGs.
Untuk itu, melalui kemitraan ASEAN-Uni Eropa yang dibahas dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–UE ke-25 (AEMM) di Brunei Darussalam pada 27-28 April, Rezasyah berharap Indonesia dapat mendorong Uni Eropa untuk membagikan hasil risetnya guna mempercepat pencapaian SDGs di ASEAN.
"Diharapkan mereka itu membagikan hasil risetnya untuk ASEAN. Karena kita harus maju bersama. Tidak mungkin dua kawasan ini dikatakan bersaing. Tidak bisa lagi. Kita saling bantu," katanya.
Kemitraan antara ASEAN dan Uni Eropa dinilai menjadi semakin penting di tengah meningkatnya fragmentasi dan rivalitas global, termasuk di tengah meningkatnya kekuatan China, yang memiliki laju pembangunan lebih cepat dibandingkan Uni Eropa.
Pada saat yang sama, negara-negara di ASEAN, terutama Indonesia, juga tengah berupaya meningkatkan laju pembangunan yang termasuk dalam poin-poin SDGs, misalnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah, yang termasuk ke dalam poin SDGs nomor 2, yaitu zero hunger atau tanpa kelaparan.
"Misalnya proyek SDG nomor 2 itu zero hunger kan? Indonesia sedang praktekkan kan? Itu bisa dihubungkan dengan praktek serupa yang pernah ada di Eropa," katanya.
Untuk itu, Indonesia memerlukan model terbaik dari Uni Eropa dalam mengelola makanan.
Selain itu, kerja sama juga perlu ditingkatkan melalui berbagi praktik baik dalam peningkatan kualitas pendidikan, terutama di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), di antara kerja sama-kerja sama lainnya yang perlu ditingkatkan antara ASEAN dan Uni Eropa, demikian kata Rezasyah.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·