Indonesia Terima Pasokan Minyak Mentah Nigeria Guna Diversifikasi Energi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan minyak mentah dari Nigeria telah sampai di tanah air sebagai langkah nyata diversifikasi sumber energi. Upaya ini dilakukan pemerintah untuk memitigasi dampak penutupan jalur pengiriman global di Selat Hormuz pada Rabu (13/5/2026).

Dilansir dari Kompas, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa langkah mencari sumber alternatif sangat krusial bagi ketahanan energi nasional. Saat ini, jalur pengiriman penting di Selat Hormuz masih terhambat akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Pengalihan sumber pasokan ini menyasar negara-negara yang lokasinya berada di luar zona terdampak konflik Timur Tengah. Pasalnya, sekitar 20 persen distribusi minyak dunia bergantung pada kelancaran akses di perairan tersebut.

“Sudah ada yang terealisasi. (Dari Nigeria) sudah jalan. Sudah ada (yang tiba),” kata Laode Sulaeman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5).

Selain Nigeria, Indonesia juga mengandalkan Amerika Serikat dan Rusia sebagai penyedia minyak mentah utama dengan volume yang signifikan. Beberapa negara di benua Afrika seperti Angola turut masuk dalam daftar pengadaan cadangan energi pemerintah.

“Sementara itu sih yang saya tahu saat ini, karena angkanya besar-besar. Kalau yang lain kecil-kecil pasti di negara lain juga. Kan di Angola kayak gitu, di negara-negara Afrika," kata Laode dikutip dari Antara.

Meskipun kondisi geopolitik global sedang tidak menentu, Laode menegaskan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji bagi masyarakat masih dalam kategori aman. Kementerian ESDM menyatakan komitmen penuh untuk menjaga stabilitas stok bahan bakar setiap harinya.

“Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) kan kalau ditanya tuh beliau menceritakan bahwa kita setiap hari itu kadang harus begadang-begadang untuk ngejar stok itu biar sesuai," kata Laode.

Kerja keras jajaran kementerian tersebut dilakukan guna memastikan distribusi energi ke seluruh penjuru negeri tidak mengalami kendala. Fokus utama pemerintah adalah menjamin pelayanan publik tetap berjalan normal tanpa gangguan pasokan.

"Itu yang kami lakukan biar masyarakat tetap bisa terlayani," kata Laode.