Industri Manufaktur Indonesia Catat Ekspansi Tertinggi dalam Dua Tahun

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Bank Indonesia melaporkan sektor industri pengolahan nasional berada di zona ekspansi yang kuat dengan mencatatkan angka pertumbuhan tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir pada Jumat (17/4/2026). Aktivitas manufaktur mengawali tahun 2026 dengan performa impresif di tengah peningkatan permintaan domestik.

Data Prompt Manufacturing Index-BI (PMI-BI) menunjukkan angka 52,03 persen untuk periode kuartal I-2026, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Perolehan tersebut melampaui capaian kuartal sebelumnya sebesar 51,86 persen dan menjadi level tertinggi sejak kuartal III-2023.

Indikator di atas ambang batas 50 persen mengonfirmasi bahwa sektor industri tidak mengalami kontraksi. Kenaikan ini dipicu oleh penguatan pada sejumlah komponen utama seperti volume produksi serta jumlah pesanan barang yang masuk ke produsen.

"Berdasarkan komponen pembentuknya, Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Produksi, dan Volume Total Pesanan tercatat berada pada fase ekspansi. Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, serta Industri Makanan dan Minuman," sebut laporan BI.

Laporan otoritas moneter tersebut menegaskan bahwa mayoritas sublapangan usaha mendukung tren positif ini. Peningkatan aktivitas pada industri makanan dan minuman serta industri kertas menjadi penopang utama indeks manufaktur di awal tahun.

Bank Indonesia memproyeksikan tren pertumbuhan ini akan berlanjut pada periode berikutnya sepanjang tahun berjalan. Aktivitas manufaktur pada kuartal II-2026 diperkirakan tetap bertahan di zona ekspansi dengan kinerja yang diprediksi melampaui hasil kuartal pertama.