PROKALTENG.CO– Kebiasaan mengonsumsi telur setiap hari kerap dikaitkan dengan munculnya jerawat hingga bisul. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat jika dilihat dari sudut pandang kesehatan.
Praktisi kebugaran sekaligus chef, Edwin Lau, menjelaskan bahwa masalah kulit seperti jerawat dan bisul bukan semata disebabkan oleh telur, melainkan cara pengolahan serta kebersihannya.
Ia menyarankan metode memasak yang lebih sehat, seperti mengukus telur hingga matang sempurna untuk meminimalkan risiko bakteri. Dalam praktiknya, telur yang dikukus selama 12–15 menit dinilai lebih aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, pemilihan telur yang segar dan bersih juga penting agar kandungan nutrisinya tetap optimal tanpa memicu gangguan kesehatan.
Sejalan dengan itu, sejumlah lembaga kesehatan seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut bahwa jerawat dan bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, bukan dari satu jenis makanan tertentu.
Dalam kajian Jerawat dan Bisul, kondisi ini lebih dipengaruhi faktor kebersihan kulit, hormon, serta daya tahan tubuh. Meski demikian, pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, konsumsi telur berlebih bisa memicu reaksi alergi yang berpotensi memperparah kondisi kulit.
Ahli gizi juga menekankan pentingnya konsumsi telur dalam jumlah wajar. Selain kaya protein dan vitamin, telur tetap perlu diimbangi dengan pola makan sehat serta gaya hidup bersih.

Dengan pengolahan yang tepat, konsumsi yang tidak berlebihan, serta memperhatikan kondisi tubuh masing-masing, makan telur setiap hari tetap aman dan justru dapat menjadi sumber nutrisi yang baik tanpa perlu khawatir jerawatan atau bisulan. (she/fir/jpg)
PROKALTENG.CO– Kebiasaan mengonsumsi telur setiap hari kerap dikaitkan dengan munculnya jerawat hingga bisul. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat jika dilihat dari sudut pandang kesehatan.
Praktisi kebugaran sekaligus chef, Edwin Lau, menjelaskan bahwa masalah kulit seperti jerawat dan bisul bukan semata disebabkan oleh telur, melainkan cara pengolahan serta kebersihannya.
Ia menyarankan metode memasak yang lebih sehat, seperti mengukus telur hingga matang sempurna untuk meminimalkan risiko bakteri. Dalam praktiknya, telur yang dikukus selama 12–15 menit dinilai lebih aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, pemilihan telur yang segar dan bersih juga penting agar kandungan nutrisinya tetap optimal tanpa memicu gangguan kesehatan.
Sejalan dengan itu, sejumlah lembaga kesehatan seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut bahwa jerawat dan bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, bukan dari satu jenis makanan tertentu.
Dalam kajian Jerawat dan Bisul, kondisi ini lebih dipengaruhi faktor kebersihan kulit, hormon, serta daya tahan tubuh. Meski demikian, pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, konsumsi telur berlebih bisa memicu reaksi alergi yang berpotensi memperparah kondisi kulit.
Ahli gizi juga menekankan pentingnya konsumsi telur dalam jumlah wajar. Selain kaya protein dan vitamin, telur tetap perlu diimbangi dengan pola makan sehat serta gaya hidup bersih.
Dengan pengolahan yang tepat, konsumsi yang tidak berlebihan, serta memperhatikan kondisi tubuh masing-masing, makan telur setiap hari tetap aman dan justru dapat menjadi sumber nutrisi yang baik tanpa perlu khawatir jerawatan atau bisulan. (she/fir/jpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·