Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan penurunan tipis 2,2 poin atau 0,03 persen ke level 7.621 pada penutupan perdagangan Kamis, 16 April 2026. Pelemahan ini terjadi seiring dengan aksi jual bersih masif yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal Indonesia.
Aksi pelepasan aset oleh pemodal luar negeri menjadi pemicu utama koreksi indeks tersebut, di mana nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp1 triliun pada pasar reguler. Sementara itu, dilansir dari Bloombergtechnoz, total net sell investor asing di seluruh pasar tercatat sebesar Rp982 miliar.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi jual, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai net sell terbesar yakni Rp368,99 miliar. Tekanan jual tersebut menyebabkan harga saham BBCA terkoreksi 0,38 persen dan berakhir di posisi Rp6.525 per lembar saham.
Selain BBCA, sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya juga masuk dalam daftar pelepasan oleh investor asing sepanjang hari perdagangan tersebut. Berikut adalah rincian data transaksi jual bersih asing pada sepuluh emiten utama:
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp368,99 miliar |
| 2 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | Rp302,5 miliar |
| 3 | PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) | Rp160,01 miliar |
| 4 | PT Bumi Resources Tbk (BUMI) | Rp128,07 miliar |
| 5 | PT Astra International Tbk (ASII) | Rp47,57 miliar |
| 6 | PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) | Rp33,9 miliar |
| 7 | PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) | Rp33,06 miliar |
| 8 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | Rp32,79 miliar |
| 9 | PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) | Rp31,52 miliar |
| 10 | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) | Rp26,44 miliar |
Berbanding terbalik dengan tren pelemahan di sektor perbankan, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) justru mencatatkan pembelian bersih atau net buy terbesar oleh asing senilai Rp61,1 miliar. Aliran modal masuk ini mendorong harga saham CUAN melonjak signifikan sebesar 3,34 persen ke level Rp1.545 per saham.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·