Investor Global Alihkan Fokus ke Pasar Saham Asia Pasca Isu Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Investor global mulai mengalihkan fokus dari ketegangan perang di Iran menuju potensi pertumbuhan pasar saham di wilayah Asia pada Minggu (10/5/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergeseran perhatian para analis strategi ini bertujuan mencari gelombang kenaikan berikutnya yang didominasi oleh sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Kenaikan signifikan tercatat pada pasar saham Korea Selatan dan Taiwan yang menjadi pemimpin pertumbuhan global sepanjang bulan ini. Indeks Kospi dilaporkan telah melonjak hingga 78 persen sejak awal tahun, didorong oleh dominasi perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics Co., SK Hynix Inc., dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.

Kondisi ini memicu kenaikan harga opsi dan volatilitas tersirat pada bursa Taiwan serta Korea yang menyamai level puncak Indeks S&P 500. Analis derivatif Samsung Securities Co., Jun Gyun, menilai kekuatan pergerakan pasar saat ini telah menghasilkan pembalikan ekstrem dari tren yang ada sebelumnya.

"Kekuatan pergerakan ini menghasilkan pembalikan ekstrem dari tren sebelumnya," kata Jun Gyun, seorang analis derivatif di Samsung Securities Co.

Pola kenaikan harga yang disertai kenaikan volatilitas ini diprediksi akan bertahan dalam waktu dekat. Fenomena tersebut menciptakan peluang bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan di sektor perangkat keras pendukung kecerdasan buatan.

"vol up, spot up", yang dapat berlangsung "beberapa waktu, hingga periode konsolidasi muncul." ujar Jun Gyun.

Beralih ke strategi teknis, Jun menyarankan penggunaan metode long-gamma untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek dari kenaikan volatilitas saham Korea. Ia juga memberikan proyeksi mengenai langkah antisipasi bagi para pedagang untuk periode tiga bulan mendatang.

"Dalam tiga bulan ke depan atau lebih, ia mengatakan para pedagang sebaiknya mempertimbangkan untuk membangun eksposur short-gamma sebagai antisipasi puncak volatilitas." kata Jun Gyun.

Sementara itu, tim analis dari JPMorgan Chase & Co. yang dipimpin oleh Tony Lee memberikan rekomendasi strategi bullish. Mereka memproyeksikan bahwa saham berbasis AI akan terus berkinerja unggul karena didukung oleh fundamental yang kuat serta latar belakang makroekonomi yang semakin kondusif.

"Perusahaan teknologi berkapitalisasi besar AS, pemasok memori dan komponen Korea, serta ekosistem semikonduktor Taiwan semuanya menunjukkan pola yang sama — realisasi laba tetap paling kuat di tempat-tempat yang memiliki eksposur tertinggi terhadap hambatan perangkat keras AI," tulis para ahli strategi tersebut.

Laporan JPMorgan juga menegaskan bahwa sektor perangkat keras tetap menjadi motor penggerak utama keuntungan dalam tema besar kecerdasan buatan secara global. Taiwan dipandang sebagai representasi paling efisien untuk melacak kinerja tema tersebut pada tingkat indeks bursa.

"Perangkat keras tetap menjadi tulang punggung laba dari tema AI, dan Taiwan tetap menjadi proksi tingkat indeks yang paling efisien." tulis para ahli strategi tersebut.