PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membukukan kenaikan total arus peti kemas atau throughput sebesar 0,9 persen pada periode Januari hingga Maret 2026. Capaian ini diumumkan di Jakarta pada Rabu (15/4/2026) di tengah tantangan pembatasan angkutan barang Idul Fitri.
Data operasional menunjukkan volume peti kemas mencapai 850.768 TEUs pada triwulan pertama tahun ini. Angka tersebut melampaui capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 843.187 TEUs sebagaimana dilansir dari Money.
Sektor domestik menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan kenaikan volume sebesar 3,5 persen. Volume peti kemas dalam negeri meningkat dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa tren positif ini didorong oleh kuatnya konsumsi masyarakat selama Ramadhan. Meskipun demikian, arus peti kemas internasional mengalami penyusutan sekitar 6,4 persen menjadi 205.684 TEUs akibat penyesuaian jadwal pelayaran global.
"IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang pasca pembatasan berakhir," kata Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK. Strategi ini diterapkan guna meminimalkan penumpukan barang di terminal.
Kinerja wilayah menunjukkan pertumbuhan merata dengan kenaikan tertinggi terjadi di area Teluk Bayur sebesar 5,3 persen. Sementara itu, area Tanjung Priok tumbuh 1 persen, Pontianak 1,6 persen, dan Panjang tercatat naik 2 persen.
Layanan terminal dipastikan tetap beroperasi penuh 24 jam selama tujuh hari seminggu di seluruh wilayah kerja perusahaan. Koordinasi intensif dilakukan bersama regulator untuk menjaga kelancaran distribusi logistik nasional di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·