Iran Eksekusi Mati Erfan Kiani Terkait Tuduhan Spionase Mossad

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Otoritas Iran melakukan eksekusi mati terhadap seorang pria bernama Erfan Kiani pada Sabtu, 25 April 2026. Kiani dituduh menjalankan misi khusus untuk badan intelijen Israel, Mossad.

Dilansir dari Detikcom, eksekusi ini merupakan bagian dari rangkaian hukuman mati yang meningkat di Iran sejak konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah.

Situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran mengidentifikasi Kiani sebagai agen utama dalam misi Mossad. Operasi tersebut dilakukan saat terjadi kerusuhan di Provinsi Isfahan awal tahun ini.

Pihak kehakiman mendakwa Kiani atas sejumlah pelanggaran berat selama aksi massa tersebut berlangsung. Dakwaan meliputi perusakan fasilitas publik, pembakaran, serta kepemilikan dan penggunaan bom molotov.

Selain itu, Kiani juga dinyatakan bersalah atas kepemilikan senjata tajam dan melakukan penyerangan terhadap petugas. Tindakannya dinilai telah menciptakan ketakutan dan kepanikan di kalangan warga sipil.

Mahkamah Agung Iran telah memperkuat vonis mati tersebut sebelum proses hukuman gantung dilaksanakan. Eksekusi terhadap Kiani ini menyusul hukuman serupa yang dijatuhkan kepada anggota kelompok oposisi pada Kamis lalu.

Ketegangan di wilayah tersebut meningkat sejak perang melawan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari lalu. Iran mengklaim unjuk rasa besar-besaran pada Januari dikobarkan oleh pihak asing.

Teheran menuduh Israel, Amerika Serikat, dan kelompok oposisi terlarang seperti Organisasi Mujahidin Rakyat sebagai dalang kerusuhan. Sejak Maret, setidaknya sembilan orang telah dieksekusi terkait protes antipemerintah.

Lembaga hak asasi manusia internasional, termasuk Amnesty International, mencatat posisi Iran dalam peta hukum global. Negara tersebut dilaporkan menjadi pelaksana hukuman mati terbanyak kedua di dunia setelah China.