Menkomdigi sebut digitalisasi ciptakan program MBG tepat sasaran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mengatakan digitalisasi dalam rantai pasok mulai dari produksi hingga penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menciptakan program ini tepat sasaran kepada penerima manfaat.

“Setiap tahapan program dapat dipantau secara transparan dan terukur. Ini penting agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Meutya saat meninjau Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Melalui sistem digital yang terintegrasi, pemerintah dapat memantau ketersediaan bahan pangan, menjaga kualitas produk, hingga memastikan distribusi berjalan tepat waktu.

Baca juga: Kemenkes tekankan batas waktu 4 jam cegah cemaran bakteri dapur gizi

Baca juga: Pemkot Kediri investigasi adanya laporan keracunan makanan MBG

Pengawasan berbasis data juga memungkinkan pemantauan secara real time sehingga potensi penyimpangan distribusi dapat ditekan.

Pendekatan ini sekaligus meningkatkan efisiensi logistik. Data yang terkumpul menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan.

Tak hanya soal distribusi, digitalisasi juga membuka dampak ekonomi yang lebih luas. Rantai pasok yang tertata memberikan peluang pasar bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Produksi pangan dalam negeri pun dapat terserap secara berkelanjutan, mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Lebih lanjut Meutya mengatakan teknologi yang digunakan harus bersifat tepat guna dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Digitalisasi tidak boleh menjadi beban baru, tetapi harus menjadi alat yang mempermudah dan meningkatkan produktivitas,” katanya.

Aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian penting dalam implementasi program.

Pengelolaan yang baik, mulai dari pengendalian kualitas, optimalisasi rantai pasok, hingga pemanfaatan limbah produksi, dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan bergizi secara konsisten sekaligus meminimalkan pemborosan.

Evaluasi program dilakukan secara berkala berbasis data lapangan. Masukan dari daerah akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar program tetap adaptif dan responsif.

“Praktik yang terbukti efektif akan diperluas, sementara yang perlu diperbaiki akan terus disempurnakan. Ini komitmen kami agar program berjalan optimal,” tutup Meutya.

Baca juga: Program MBG jadi kunci atasi kedaruratan tersembunyi dampak stunting

Baca juga: Persagi siapkan sertifikasi tenaga pengawas gizi untuk dapur MBG

Baca juga: BGN: Layanan video conference untuk koordinasi dan edukasi Program MBG

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.