Istanbul (ANTARA) - Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan masa depan Teluk adalah “tanpa kehadiran AS,” sambil menekankan bahwa kerangka hukum dan manajemen baru untuk Selat Hormuz akan membawa stabilitas dan manfaat ekonomi bagi kawasan.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis untuk memperingati Hari Nasional Teluk Persia, Kamis, Khamenei mengatakan bahwa kehadiran kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat, telah menjadi sumber ketidakstabilan di kawasan tersebut, dan menambahkan bahwa “fase baru sedang muncul.”
Ia mengatakan Teluk merupakan bagian penting dari identitas regional dan konektivitas ekonomi global, terutama melalui Selat Hormuz dan Laut Oman.
Khamenei menyatakan bahwa Iran akan menjamin keamanan di Teluk melalui apa yang ia sebut sebagai pengelolaan baru Selat Hormuz, termasuk pembaruan kerangka hukum.
“Kerangka ini akan membawa stabilitas, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi semua negara di kawasan,” tambahnya.
Pemimpin tertinggi tersebut mengatakan bahwa negara-negara di kawasan berbagi nasib yang sama di Teluk, dan bahwa aktor eksternal "dari ribuan kilometer jauhnya" tidak memiliki tempat dalam masa depannya.
Pesan tersebut juga merujuk pada apa yang disebut sebagai “tatanan regional baru” yang muncul dari perkembangan terbaru.
Pernyataan Khamenei muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah perang yang dimulai pada 28 Februari antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang mengganggu jalur pelayaran dan aliran energi melalui Selat Hormuz.
Gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April sejauh ini masih bertahan, sementara upaya diplomatik terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas, termasuk pembahasan mengenai akses maritim dan keamanan di Selat Hormuz.
Iran menetapkan 30 April sebagai Hari Nasional Teluk Persia pada tahun 2005, untuk memperingati pengusiran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada era Safavid.
Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi pada 9 Maret setelah pembunuhan ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari. Sejak menjabat, ia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jepang minta jaminan Iran soal keselamatan pelayaran di Selat Hormuz
Baca juga: Trump kaji opsi serangan militer baru terhadap Iran
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·