Komando gabungan angkatan bersenjata Iran menegaskan bahwa semua pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman terbuka untuk siapa saja. Pernyataan ini disampaikan pada Senin (15/4/2026), sebagai respons terhadap ancaman blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat. Dilansir dari Bloomberg Technoz, Iran juga mengkritik tindakan AS yang mereka nilai sebagai pembajakan laut.
IRIB, lembaga penyiaran negara Iran, mengutip pernyataan resmi militer Iran yang menyebutkan bahwa mereka memiliki tugas alami dan konstitusional untuk membela hak-hak hukum negara. Oleh karena itu, Iran menegaskan haknya untuk menjalankan kedaulatan di wilayah perairannya.
Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh tidak akan diizinkan melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, kapal-kapal lainnya tetap diperbolehkan melintas dengan syarat mematuhi regulasi yang telah ditetapkan oleh Teheran.
Mengatasi ancaman yang berkelanjutan dari musuh terhadap bangsa Iran, Teheran berencana untuk menetapkan mekanisme permanen untuk mengontrol jalur perairan strategis tersebut, yang akan tetap berlaku bahkan setelah perang berakhir, menurut laporan dari IRIB.
Militer Iran juga memberikan kritik tajam terhadap AS atas situasi yang terjadi di perairan internasional. Mereka menyebut tindakan AS yang membatasi pergerakan kapal di perairan internasional sebagai tindakan ilegal dan setara dengan aksi pembajakan laut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·