Armada laut Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan tembakan ke arah sejumlah kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026). Aksi militer ini terjadi setelah pemerintah Teheran secara resmi memberlakukan kembali pembatasan akses di jalur pelayaran strategis tersebut.
Laporan dari Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyebutkan bahwa serangan tersebut menyasar dua kapal tanker. Meskipun mendapatkan tembakan, kedua kapal beserta seluruh awaknya dilaporkan selamat dan segera mengubah haluan untuk kembali ke arah Teluk Persia.
Data dari TankerTrackers mengidentifikasi salah satu sasaran serangan adalah kapal tanker asal India. Kapal tersebut diketahui sedang mengangkut muatan sebanyak dua juta barel minyak mentah yang berasal dari Irak.
Langkah penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan Iran sejak Sabtu sebagai aksi balasan terhadap blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan dan armada kapal mereka. Padahal, otoritas Iran baru saja menyatakan pembukaan kembali jalur tersebut pada Jumat sebelumnya.
Pembatasan ketat di wilayah perairan ini telah berlangsung selama tujuh minggu terakhir di tengah ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Teheran melarang seluruh kapal melintas, kecuali bagi pihak-pihak yang telah mendapatkan izin khusus dari mereka.
Insiden penembakan ini memicu reaksi diplomatik dari New Delhi. Pemerintah India memanggil duta besar Iran pada Sabtu untuk menyampaikan protes setelah dua kapal mereka terpaksa berputar balik akibat serangan dari pasukan Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·