Iran kembali melakukan penutupan Selat Hormuz pada Minggu, 19 April 2026, menyusul eskalasi konflik setelah Israel meluncurkan serangan ke wilayah Lebanon. Kebijakan blokade ini berdampak langsung pada lalu lintas pelayaran internasional, termasuk kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terpantau melintasi kawasan tersebut.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, kapal Gamsunoro milik PIS tercatat sedang mengangkut kargo pihak ketiga, sementara kapal Pertamina Pride tengah dalam misi distribusi minyak mentah untuk kebutuhan energi domestik Indonesia. Pihak PIS kini mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas diplomatik guna memastikan keamanan operasional serta perizinan di wilayah yang kembali memanas tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, menyampaikan pernyataan resmi mengenai alasan di balik langkah militer tersebut yang disebut sebagai respons atas situasi keamanan kawasan. Pihak otoritas Iran menuduh adanya pelanggaran kepercayaan dan penyebaran propaganda yang terjadi secara berulang sebagai pemicu utama blokade.
“Dengan pelanggaran kepercayaan dan propaganda yang sudah terjadi berulang kali, Selat Hormuz diblokade kembali,” tegas Mehdi Tabatabaei, Juru Bicara Kepresidenan Iran, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Langkah penutupan ini diperkuat oleh instruksi Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran yang melarang aktivitas pelayaran di sekitar Teluk Persia dan Laut Oman. Otoritas militer setempat memperingatkan bahwa setiap kapal yang mendekati zona blokade akan dianggap sebagai pihak yang bekerja sama dengan musuh dan berisiko menjadi target serangan.
Kebijakan sepihak Teheran ini mendapat respons langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan keberatannya terhadap penutupan jalur perdagangan vital tersebut. Trump menekankan bahwa pemerintahannya akan tetap mengedepankan prinsip ketegasan dalam menghadapi upaya blokade yang dilakukan oleh Iran.
“Mereka ingin kembali menutup selat tersebut, dan mereka tidak bisa memeras kami. Kami sedang berbicara dengan mereka, kami bicara dengan prinsip yang tegas,” tutur Trump kepada para jurnalis, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.
Hingga saat ini, Pertamina International Shipping terus menjalin komunikasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, dan pemilik kargo untuk memitigasi risiko keamanan. Ketegangan di Selat Hormuz diprediksi akan terus memengaruhi stabilitas pasokan minyak global selama jalur distribusi tersebut masih dalam status blokade militer.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·