PASUKAN pendudukan Israel membakar sebuah masjid dan beberapa kendaraan milik warga sipil di desa Jibiya, Barat laut Ramallah, wilayah otoritas Palestina. Menurut laporan kantor berita resmi WAFA pada Jumat 15 Mei 2026, seperti dilansir Anadolu, Israel membakar masjid dan kendaraan, serta melakukan vandalisme dengan menyemprotkan cat bertuliskan slogan-slogan rasisme di dinding rumah warga Palestina.
Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menyerang rumah-rumah warga di Kota Al-Lubban al Sharqiya, Selatan Nabulus. Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada WAFA pihak pendudukan Israel menyerang rumah-rumah di sepanjang jalan utama kota dan mendobrak beberapa pintu. Hal itu memicu kepanikan hingga kengerian di antara perempuan dan anak-anak.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Tepi Barat merupakan wilayah yang diokupasi sepihak oleh Israel, termasuk Yerusalem Timur. Area kependudukan Palestina itu dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami peningkatan operasi militer oleh Israel, di antaranya kasus penangkapan dan penembakan warga sipil, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan bahkan merampas harta benda rakyat Palestina.
Menurut laporan Anadolu, meski di tengah gencatan senjata jumlah korban tewas di Gaza terus bertambah. Tercatat sejak serangan Oktober 2023 hingga kini sudah ada 72.612 orang tewas. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza juga menyebut total korban luka mencapai 172.457 orang sejak dimulainya serangan perdana.
Sejak diberlakukan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, tercatat 832 orang tewas dan 2.345 orang luka-luka akibat serangan Israel.Selain itu, ada 767 jenazah berhasil ditemukan di bawah puing-puing bangunan. Otoritas di Gaza juga meyakini masih terdapat ribuan korban yang belum dievakuasi dari reruntuhan.
Uni Eropa melalui juru bicara hubungan luar negeri, Anouar Al Anouni, menegaskan bahwa pihaknya menolak perubahan teritorial apa pun di Gaza. Ini sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. Anouni menekankan pentingnya wilayah Tepi Barat dan Gaza di bawah otoritas Palestina dan meminta percepatan implementasi rencana perdamaian.
Sumber tersebut menambahkan Uni Eropa mendesak Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan secara luas tanpa hambatan. Israel disebut terus mempersempit ruang gerak warga sipil di Gaza melalui kebijakan pembatasan wilayah, termasuk penerapan garis pembatas baru yang memperluas area kontrolnya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·