Istri Sayat Leher Suami di Penginapan Parangtritis Bantul

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Seorang wanita berinisial AF (26) ditangkap oleh aparat kepolisian setelah diduga menyayat leher suaminya sendiri, S (35), di sebuah penginapan kawasan Parangtritis, Bantul, DIY. Insiden berdarah ini terjadi pada Sabtu (9/5) sore setelah pelaku sempat memeluk dan meminta maaf kepada korban sebelum melancarkan aksinya.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, korban berhasil selamat dari serangan tersebut dan segera melaporkan tindakan istrinya kepada pihak berwajib. Tim Reskrim Polsek Kretek bergerak cepat menindaklanjuti laporan dengan melakukan penangkapan terhadap AF di hari yang sama.

"Sabtu, sekira pukul 21.00 WIB Tim Unit Reskrim Polsek Kretek berhasil mengamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto.

Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku yang merupakan warga Karanganyar tersebut awalnya menyewa kamar setelah berwisata di Pantai Parangtritis. Penyerangan menggunakan pisau dilakukan AF saat suaminya sedang terlelap bersama anak mereka di dalam kamar penginapan.

"Pada saat pelapor tidur dengan anaknya, terlapor memeluk dan meminta maaf kepada pelapor. Pada saat itu juga terlapor mengiris leher pelapor sebanyak satu kali sampai leher pelapor mengeluarkan darah," jelas Rita.

Teriakan korban setelah kejadian sontak mengundang perhatian warga di sekitar lokasi kejadian. Pelaku yang panik kemudian meninggalkan senjata tajam di lokasi dan melarikan diri sembari membawa anaknya.

"Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami luka di bagian leher hingga sobek dan mengeluarkan darah selanjutnya dibawa ke rumah sakit," ucap Rita.

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa motif di balik aksi nekat AF dipicu oleh kekesalan setelah ditegur oleh suaminya. Pasangan suami istri ini dilaporkan sudah terlibat perselisihan sebelum tiba di penginapan tersebut.

"Motif pelaku tidak terima ditegur oleh korban, karena korban mengetahui bahwa pelaku ada hubungan dengan pria lain," kata Kapolsek Kretek, AKP Joko Mulyono.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami alasan spesifik mengapa pelaku sempat melakukan gestur meminta maaf dan memeluk korban sesaat sebelum penggorokan terjadi. AF kini tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.