Jakbar dorong sekolah edukasi pengolahan sampah organik jadi ekoenzim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah 1 Jakarta Barat mendorong 1.111 sekolah untuk menggencarkan edukasi pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim.

Kasudindik Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani mengatakan, kesadaran pengolahan sampah kini menjadi semakin penting untuk ditanamkan kepada anak usai dini, menyusul semakin tingginya produksi sampah masyarakat.

"Jadi kesadaran untuk lestarikan lingkungan itu memang penting untuk dimiliki anak-anak sekolah. Nah, momen Hari Bumi kemarin itu kita jadikan penegasan agar para murid itu diedukasi soal ketahanan pangan dan pengolahan sampah," kata Agus saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Terkait pengolahan sampah organik, kata Agus, beberapa sekolah telah mulai melibatkan para murid, termasuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukabumi Selatan 07 di Kebon Jeruk.

"Sudah ada kemarin yang mulai. Jadi sampah organik diolah dalam galon-galon begitu," kata Agus.

Terkait ketahanan pangan, kata Agus, sekolah-sekolah di wilayahnya juga telah diinstruksikan agar memanfaatkan lahan kosong di area sekolahnya untuk ditanami tanaman produktif.

"Jadi murid-murid itu dilibatkan dari proses pembibitan, mereka nyiram, mereka lihat pertumbuhannya, sampai mereka panen. Nanti dalam rangka Hardiknas, kita mau panen. Terus hasilnya nanti bisa kita bagikan ke penduduk sekitar sekolah," ujarnya.

Sebelumnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukabumi Selatan 07, Kebon Jeruk, Jakarta Barat mengolah sampah jadi ekoenzim sebagai kegiatan edukasi untuk memperingati Hari Bumi 2026.

Kepala SDN Sukabumi Selatan 07, Bekti Widiyaningsih mengatakan, pembuatan ekoenzim dilakukan untuk mengurangi sampah organik sekaligus memberikan edukasi kepada siswa tentang pengelolaan sampah ramah lingkungan.

"Diharapkan SDN Sukabumi Selatan 07 dapat menjadi percontohan sekolah peduli lingkungan serta mendorong siswa menerapkan gaya hidup minim sampah," kata Bekti di Jakarta, Rabu (22/4).

Selain itu, program pengelolaan sampah sejalan dengan predikat Adiwiyata Mandiri yang telah diraih sekolahnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini,” kata Bekti menegaskan.

Baca juga: Jakbar dukung pembuatan ekoenzim massal, target raih rekor MURI

Baca juga: Sekolah dasar di Jakbar olah sampah organik jadi ekoenzim

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.