Jakpus minta warga pilah sampah antisipasi pembatasan di Bantargebang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta warga untuk mulai memilah dan memilih sampah sebagai antisipasi pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang pada Agustus mendatang.

"Masalah sampah harus dipikirkan, bagaimana harus mengurangi dari sumbernya, karena tanpa disadari kita semua menghasilkan sampah," kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Jakarta, Selasa, saat menggelar Silaturahmi Malam Hari dengan warga Kelurahan Pasar Baru yang bertempat di ANTARA Heritage Center.

Pemprov DKI Jakarta akan membatasi pembuangan sampah di TPST Bantargebang pada Agustus mendatang, yakni dari biasanya per hari dikirimkan sebanyak 8 ribu ton lebih, kini harus dikurangi.

Oleh karena itu, Arifin meminta agar warga mulai membiasakan mengurangi sampah dari sumbernya dan tidak semua barang bekas atau sisa harus dibuang ke tempat sampah.

"Pengiriman sampah ke Bantargebang tidak bisa lagi seperti biasa. Nanti hanya separuh saja yang bisa dikirim," ujarnya.

Arifin juga mengajak warga agar mulai mengurangi produksi sampah salah satunya dengan membawa tempat minum ketika bepergian, karena botol plastik tempat minum juga menjadi penyumbang sampah.

Selain itu, ketika ada kegiatan kata Arifin juga perlu dihindari boks dari kardus dengan mengganti menggunakan piring atau tempat yang tidak menimbulkan sampah.

"Kemana-mana sekarang saya bawa tumbler, ini upaya kita kampanye pengurangan sampah. Makanan ringan juga tidak menggunakan boks ini semua bagian dari mengurangi sampah," katanya.

Baca juga: Ini strategi Jakbar untuk atasi pembatasan sampah ke Bantar Gebang

Baca juga: "Waste station" hadir di MRT Blok M, ajak warga pilah sampah di ruang publik

Baca juga: Pemkot Jakut deklarasi 100 persen pilah sampah dari sumber

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.