Jaksa Sidik Manipulasi Ekspor CPO yang Disinggung Purbaya

Sedang Trending 47 menit yang lalu

KEJAKSAAN Agung tengah menyidik dugaan manipulasi harga ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Manipulasi harga ekspor CPO ini sempat diungkit oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Perkara manipulasi atau transfer pricing itu kami sekarang sedang melakukan penyidikan. Nah, data dari Menkeu itu, melengkapi data yang ada di kami,” kata Direktur Tindak Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Syarief Sulaiman Nahdi, Selasa, 26 Mei 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Syarief menjelaskan jaksa sudah melakukan sejumlah pemeriksaan saksi di kasus manipulasi harga ekspor CPO. Saat ini kasus ini masih di tahap penyidikan umum. Ia tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan perusahaan lain yang diduga melakukan praktik serupa.

Purbaya sempat membocorkan kepada wartawan jika dia memegang data 10 perusahaan yang kedapatan memanipulasi harga ekspor CPO. Namun, ia enggan membocorkan identitas perusahaan-perusahaan itu. “Mereka kelihatan sekali melakukan manipulasi harga,” kata Purbaya di istana negara, Jumat, 22 Mei 2026. 

Purbaya mencontohkan manipulasi faktur perdagangan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan. Sebuah perusahaan mencatatkan harga ekspor sebesar US$ 2,6 juta, sedangkan harga yang dibayarkan oleh pengimpor di Amerika Serikat US$ 4,2 juta.

"Jadi, 57 persen lebih rendah. Ada yang lebih gila lagi, satu perusahaan lagi, di sini ekspor US$ 1,43 juta. Di sana (impor) US$ 4 jutaan. Berubah harganya 200 persen. Kami mau deteksi kapal per kapal," katanya dikutip dari Antara.