Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan pengkajian tangkapan ikan sapu-sapu dibuat pakan ternak dan pupuk organik agar berlanjut kebermanfaatannya.
"Nanti akan dipikirkan oleh Dinas KPKP yang sekarang dalam kajian. Saya bilang bisa enggak buat pakan ternak? Kan sayang, kalau bisa kan alangkah baiknya kalau bisa buat pakan ternak kan lumayan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Jakarta, Rabu.
Anwar menilai pemanfaatan ikan sapu-sapu hasil tangkapan sebagai pakan ternak dapat mengurangi potensi sampah.
Terlebih, dalam penangkapan itu pihaknya turut mengikuti rekomendasi MUI dengan mematok kepala ikan hingga mati, kemudian dikubur.
Ia juga menyebut capaian 5,3 ton ikan sapu-sapu pada hari pertama penangkapan di Setu Babakan, Jakarta Selatan sebagai indikator kinerja maksimal dari seluruh pihak terkait.
Maka itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berkomitmen menjadwalkan penangkapan ikan yang dinilai hama itu dilakukan dua kali dalam seminggu.
"Tentunya kegiatan penangkapan ini rutin kita lakukan setiap hari Jumat dan Selasa sampai benar-benar enggak ada ikan," ucap dia.
Sementara, Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan Arief Prakoso menambahkan nantinya hasil penangkapan ikan juga akan diserahkan kepada Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Direncanakan nantinya hasil tangkapan ikan sapu-sapu akan diolah menjadi pupuk organik maupun pakan ternak.
"Kita juga kemarin sudah mengirim sampel juga untuk diuji coba di Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai pakan alternatif nantinya," kata Arief.
Sebelumnya, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti menyampaikan usulan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam memusnahkan ikan sapu-sapu yang tertangkap usai metode penguburan disorot oleh MUI.
Susi mengusulkan ikan sapu-sapu yang tertangkap bisa dijadikan pakan ikan atau ternak hingga pupuk.
Baca juga: Sudinkes dan KPKP Jaktim perketat pengawasan konsumsi ikan sapu-sapu
Baca juga: Sudinkes Jaktim ingatkan risiko diare dari konsumsi ikan sapu-sapu
Baca juga: Menyapu ikan sapu-sapu, dilema sang hama bernilai ekonomi
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·