Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyiapkan tim pengawas pedagang siomay berbahan ikan sapu-sapu sebagai pengawasan keamanan pangan terpadu.
"Kami harus bawa tim dari Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) yang betul-betul mengerti makanan ini kandungannya ada ikan sapu-sapu atau tidak," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Jakarta, Rabu.
Anwar menegaskan pihaknya tidak akan secara mendadak mendatangi para pedagang siomay untuk menjaga kondusivitas.
Nantinya, bersama para tim yang berkompeten juga akan memberikan sosialisasi kepada para pedagang mengenai keamanan bahan pangan bagi konsumen.
"Jangan sampai kita entar main sergap aja akhirnya kasihan pedagangnya," ucap dia.
Sementara, Kepala Seksi Perikanan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan Arief Prakoso menambahkan pihaknya sedang memetakan lokasi yang menjadi lokasi pengawasan pedagang siomay.
"Terkait sidak olahan pengolah hasil perikanan kita sudah mulai mapping dulu nih, saat ini nih nanti juga pastikan kita infokan ke teman-teman kapan memang kalau kita ada pergerakan," ucap Arief.
Selain memberikan sosialisasi kepada pedagang siomay, pihaknya juga mendistribusikan peralatan tangkap ke seluruh kecamatan di Jakarta Selatan untuk menggencarkan pemusnahan ikan sapu-sapu.
"Kita sudah mulai mendistribusikan bantuan untuk peralatan tangkap di seluruh Kecamatan. Karena teman-teman dari kecamatan juga bersemangat untuk berpartisipasi dalam operasi penangkapan ikan sapu-sapu di wilayah masing-masing," ucap dua.
Ke depannya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berencana akan melakukan penangkapan ikan sapu-sapu kembali pada Selasa (5/5) mendatang.
Penangkapan itu dipastikan mengikuti rekomendasi MUI dengan mematok kepala ikan hingga mati, kemudian dikubur di BBI Ciganjur dan Kebun Bibit Ciganjur.
Kemudian, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) turut melakukan pengkajian tangkapan ikan sapu-sapu dibuat pakan ternak dan pupuk organik agar berlanjut kebermanfaatannya.
Baca juga: Jaksel kaji tangkapan ikan sapu-sapu dibuat pakan ternak dan pupuk
Baca juga: Sudinkes dan KPKP Jaktim perketat pengawasan konsumsi ikan sapu-sapu
Baca juga: Sudinkes Jaktim ingatkan risiko diare dari konsumsi ikan sapu-sapu
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·