Jejak perjuangan Ola Bebe melawan Belanda

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Kupang (ANTARA) - "Lewo ni go amak naen hala dan Tanah ni go amak naen hala, go gwetek matanek. Naku Lewo noon Tanah ni go amak naen, nuan tou go balik lewuk tanah".

Rangkaian kalimat dalam bahasa Lamaholot tersebut artinya, jika kampung halaman dan tanah ini bukan milik ayah saya, maka saya pasti akan meninggal selama menjalani hukuman penjara dan tak akan pernah kembali, tetapi jikalau kampung dan tanah ini milik ayah saya, maka berapa tahunpun hukuman penjara, saya akan tetap kembali ke kampung halaman.

Pesan Yoseph Ola Bebe tersebut ia sampaikan sesaat setelah divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Kolonial Belanda dengan tuduhan melakukan pembangkangan terhadap pemerintah.

Pesan tersebut diungkapkan kembali dalam acara Misa Syukur yang digelar pada Selasa, (19/5) malam untuk mengenang 50 tahun (1976-2026) wafatnya Yoseph Ola Bebe, pejuang yang melawan solodadu (serdadu) Belanda pada tahun 1912.

Peristiwa 1912

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.