Umat Muslim yang menunaikan ibadah haji dan umrah diingatkan untuk senantiasa melantunkan bacaan Talbiyah dan Salawat. Kalimat-kalimat suci ini diucapkan sebagai jawaban atas panggilan Allah SWT, menjadi bagian penting dalam perjalanan suci. Panduan lengkap bacaan tersebut, yang menjadi 'napas' jemaah, sebagaimana dilansir dari buku yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Bacaan Talbiyah dianjurkan untuk terus dilantunkan sejak mengenakan pakaian ihram hingga akan memulai tawaf. Kalimat ini adalah pernyataan ketauhidan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah.
Setelah melantunkan Talbiyah, jemaah disunnahkan membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagai bentuk penghormatan dan wasilah doa.
Berikut adalah teks Arab dan Latin dari bacaan Talbiyah: Labbaykallahumma labbayk, labbayka lā syarīka laka labbayk, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, lā syarīka lak, yang artinya 'Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu'.
Teks Arab Salawat: اَللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. Yang berarti, 'Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya'.
Setelah bersalawat, jemaah dianjurkan memohon rida Allah dengan doa berikut: Allahumma inni nas'aluka ridhaka wal jannata wa na’udzubika min sakhatika wannar.
Mengucapkan kalimat-kalimat suci ini dengan penuh penghayatan memperkuat spiritualitas dan mengingatkan tujuan utama haji, yaitu mengharap rida Allah SWT.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·