Fasilitas bus khusus dengan teknologi hidrolik mulai digunakan untuk mengangkut jemaah haji lanjut usia dari Kloter 20 Embarkasi Batam (BTH) setibanya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis (14/5/2026). Layanan ini disediakan untuk mempermudah perpindahan jemaah menuju Makkah.
Penggunaan armada tersebut menyasar para lansia yang memiliki keterbatasan fisik, sebagaimana dilaporkan oleh Cahaya. Tercatat lebih dari 15 orang yang menggunakan kursi roda memanfaatkan lift hidrolik karena tidak mampu berdiri atau berjalan secara mandiri untuk memasuki kabin kendaraan.
Bus hidrolik ini dirancang khusus dengan lift yang dapat naik hingga sejajar dengan pintu masuk. Teknologi tersebut memungkinkan para jemaah tetap berada di atas kursi roda masing-masing saat proses pemindahan dari area terminal kedatangan ke dalam bus tanpa kendala berarti.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan syarikah untuk memastikan ketersediaan bus hidrolik bagi jemaah lansia maupun penyandang disabilitas. Penyediaan ini diprioritaskan bagi kelompok terbang yang memiliki jumlah anggota lansia dalam jumlah besar.
"Terlebih jika dalam satu kloter jumlah lansianya cukup banyak," kata Basir, Kamis (14/4/2026).
Penerapan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan bagi jemaah saat melakukan perjalanan darat di Arab Saudi. Abdul Basir menegaskan bahwa pemilihan armada ini murni dilakukan atas dasar pertimbangan kemudahan aksesibilitas.
"Demi kenyamanan jemaah lansia," kata dia.
Salah satu jemaah yang merasakan langsung manfaat layanan ini adalah Nurlela (58), yang saat ini menderita gangguan motorik pada bagian kakinya. Nurlela mengungkapkan rasa syukurnya karena tidak perlu bersusah payah untuk naik ke dalam bus tinggi yang biasanya sulit dijangkau.
"Senang sekali, sangat terbantu dengan keberadaan bus hidrolik ini," katanya.
Data operasional menunjukkan bahwa dari total 203.320 jemaah haji reguler asal Indonesia, terdapat sekitar 44.000 orang yang masuk kategori lanjut usia. Selain itu, terdapat 375 jemaah dengan status penyandang disabilitas yang memerlukan pendampingan serta fasilitas khusus serupa selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·