Kasus Hantavirus Kapal Hondius Tidak Picu Wabah Mematikan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Pejabat kesehatan melaporkan bahwa tidak ada kasus infeksi hantavirus yang memicu wabah mematikan di kapal pesiar Hondius saat ini setelah seorang dokter Amerika dinyatakan bebas dari infeksi secara medis pada Kamis, 14 Mei 2026.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) kini sedang memantau 41 orang yang sempat terpapar virus tersebut, baik saat berada di atas kapal maupun melalui kontak dengan penumpang yang telah turun, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Direktur kesehatan migrasi global CDC, David Fitter, mengonfirmasi pemantauan tersebut dalam konferensi pers. Sementara itu, Pusat Medis Universitas Nebraska menyatakan dokter yang merawat pasien terinfeksi telah dipindahkan ke fasilitas karantina dalam kondisi sehat.

Ahli mikrobiologi dan epidemiologi molekuler di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), Andreas Hoefer, menjelaskan bahwa genom virus tersebut telah diurutkan dan serupa dengan strain hantavirus di Amerika Selatan.

"Saat ini tidak ada data yang menunjukkan virus ini berperilaku berbeda dalam hal penularan atau tingkat keparahan," kata Hoefer pada Rabu dalam briefing. "Semua urutan genom hingga saat ini hampir identik."

Berdasarkan data ECDC, infeksi ini dikaitkan dengan 10 kasus yang mencakup delapan infeksi terkonfirmasi dan dua kasus kemungkinan besar dengan total tiga korban jiwa. Lokasi infeksi pertama diduga terjadi sebelum penumpang menaiki kapal.

Kepala operasi intelijen epidemi global dan keamanan kesehatan ECDC, Gianfranco Spiteri, menekankan pentingnya pelacakan kontak karena virus dapat dideteksi dalam darah pasien dua hari sebelum gejala muncul.

"mungkin ada risiko" penularan lebih awal, kata Spiteri.

Terkait kondisi tenaga medis, Stephen Kornfeld yang merupakan ahli onkolog dari Bend, Oregon, sempat mendapatkan hasil positif ringan pada tes PCR di Belanda sebelum akhirnya dua kali dinyatakan negatif melalui pemeriksaan lanjutan.

"Situasinya memburuk dalam waktu 24 jam setelah saya turun tangan," kata Kornfeld kepada ABC News saat menceritakan upayanya membantu dokter kapal yang jatuh sakit.

Kornfeld mengambil alih tugas medis setelah staf kesehatan utama di atas kapal mulai menunjukkan gejala parah.

"Salah satu pasien meninggal dan dua lainnya, dokter dan salah satu anggota staf lainnya, semakin sakit, lalu muncul berita pertama tentang hantavirus," kata Kornfeld.

Hingga saat ini, upaya pelacakan kontak masih dilakukan oleh ECDC bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap para penumpang di berbagai negara untuk meminimalkan potensi penyebaran lebih lanjut.