Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan komitmen bantuan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk memperkuat ketahanan energi negara-negara ASEAN dalam pertemuan daring AZEC Plus pada Rabu, 15 April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas rantai pasok energi global.
Dana bantuan tersebut akan disalurkan melalui lembaga keuangan negara seperti Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI). Perdana Menteri Takaichi menjelaskan bahwa nilai dukungan ini setara dengan 1,2 miliar barel minyak atau kebutuhan impor minyak mentah tahunan seluruh wilayah Asia Tenggara menurut laporan Reuters dan NHK.
Inisiatif bertajuk "assistance package plan" ini mencakup pemberian kredit bagi perusahaan lokal untuk mengakses sumber energi alternatif, seperti minyak mentah dari Amerika Serikat. Selain itu, Jepang akan membiayai pembangunan infrastruktur penyimpanan atau tangki guna meningkatkan cadangan energi nasional negara-negara mitra di kawasan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tersebut, menyambut baik langkah Jepang dalam mempercepat transformasi AZEC menjadi AZEC 2.0. Airlangga menekankan pentingnya prinsip "One Goal, Various Pathways" dalam menghadapi gangguan pasokan energi di Selat Hormuz dilansir dari situs resmi Kemenko Perekonomian.
"Kerja sama dalam AZEC harus terus berlandaskan prinsip 'One Goal, Various Pathways' guna menangkap keunggulan ekonomi unik di setiap negara," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Indonesia sendiri berencana mengimplementasikan program biodiesel B50 pada pertengahan 2026 dan menuntaskan peta jalan PLTS Atap 100GW tahun ini.
Sanae Takaichi menegaskan bahwa dukungan ini merupakan upaya timbal balik karena ekonomi Jepang sangat bergantung pada stabilitas produksi di Asia Tenggara. Gangguan pengiriman di kawasan Asia telah mulai berdampak pada sektor kesehatan di Jepang, terutama untuk pasokan peralatan medis seperti sarung tangan dan selang bedah.
Data dari Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang menunjukkan sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz dialokasikan untuk pasar Asia. Sebagai bagian dari langkah domestik, Jepang berencana melepas tambahan 36 juta barel dari cadangan minyak nasional mereka yang akan dimulai pada awal Mei 2026.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·