Kilang minyak asal Jepang melakukan langkah darurat dengan mengirimkan kapal supertanker Bright Horizon yang terisi sebagian untuk mengamankan pasokan minyak mentah pada Kamis (16/4/2026). Langkah ini diambil setelah penutupan Selat Hormuz akibat perang di Iran menghambat jalur pengiriman utama dari Teluk Persia.
Data pelacakan kapal menunjukkan kapal pengangkut minyak mentah sangat besar (VLCC) tersebut sedang berlayar ke selatan dari perairan Mumbai menuju terminal Kiire, Jepang. Dilansir dari Bloombergtechnoz, Bright Horizon menerima muatan minyak Oman melalui transfer antar-kapal (ship-to-ship) dari kapal Suezmax Shenlong pada Senin lalu.
Metode transfer di tengah laut ini menjadi manuver ketiga yang dilakukan kapal tanker milik Jepang dalam beberapa pekan terakhir. Strategi tersebut digunakan guna menjaga armada kapal agar tidak memasuki zona konflik berisiko tinggi di wilayah Timur Tengah.
Operasi pengiriman kali ini dinilai kurang ekonomis karena kapal tanker berlayar ke satu tujuan tanpa muatan penuh. Selain itu, lonjakan biaya angkut akibat konflik regional menambah beban pengeluaran bagi perusahaan penyulingan di Jepang.
Selain transfer antar-kapal, kilang Jepang juga mempercepat pengiriman minyak dari Amerika Serikat. Mereka memilih kapal tanker berukuran lebih kecil yang mampu melintasi Terusan Panama untuk menghindari perjalanan panjang mengelilingi benua Afrika.
Keengganan pengoperasian kapal menuju pelabuhan Laut Merah telah memperparah kelangkaan pasokan domestik. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Tokyo berencana melepaskan sekitar 20 hari cadangan minyak nasional pada Mei mendatang di luar jumlah yang telah dijanjikan sebelumnya.
Kapal Shenlong yang memasok Bright Horizon merupakan salah satu kapal besar pertama yang meninggalkan Teluk Persia pada awal Maret. Kapal tersebut sempat mengantarkan muatan ke Mumbai sebelum mengambil minyak mentah di Oman untuk dialihkan ke armada Jepang.
Pihak pengelola terminal minyak di Kiire, Eneos Holdings Inc, mengonfirmasi Bright Horizon sebagai bagian dari armada mereka. Namun, juru bicara perusahaan tersebut menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail operasional pengiriman darurat ini.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·