Jepang terima kapal tanker pertama dari Hormuz sejak perang Iran

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Tokyo (ANTARA) - Sebuah kapal tanker minyak Jepang pada Senin (25/5) menjadi kapal pertama yang tiba di Jepang setelah melintasi Selat Hormuz sejak dimulainya serbuan AS-Israel terhadap Iran, yang telah membatasi lalu lintas di jalur energi vital tersebut.

Kapal tanker yang dioperasikan unit dari perusahaan penyulingan besar Jepang, Idemitsu Kosan Co., membawa 2 juta barel minyak mentah ke Prefektur Aichi di Jepang tengah. Jumlah itu setara sekitar 80 persen kebutuhan harian minyak domestik Jepang, menurut sumber terkait.

Seluruh awak kapal, termasuk tiga warga Jepang, dilaporkan dalam kondisi sehat.

Setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, pemerintah Jepang meminta Teheran menjamin jalur pelayaran yang bebas dan aman bagi kapal dari semua negara. Hingga kini, banyak kapal masih tertahan di Teluk Persia.

Berdasarkan data Sistem Identifikasi Otomatis kapal, Idemitsu Maru yang merupakan kapal berbendera Panama dengan panjang lebih dari 300 meter, masuk ke Teluk Persia pada akhir Februari sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Kapal tersebut memuat minyak mentah di Arab Saudi dan berlayar pada awal Maret setelah selat diblokade. Perjalanannya sempat terhenti di lepas pantai Abu Dhabi, tetapi akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz pada 28 April. Sumber menyebut kapal itu tidak membayar biaya transit kepada Iran.

Setelah keluar dari Teluk Persia, kapal itu melintasi perairan India dan Selat Malaka sebelum tiba di Jepang.

Sementara itu, kapal tanker milik perusahaan minyak besar Jepang lainnya, Eneos Holdings Inc., juga melintasi Selat Hormuz pada pertengahan Mei dan diperkirakan tiba di Jepang antara akhir Mei hingga awal Juni.

Sumber: Kyodo-OANA

Baca juga: AS dan Iran sepakat buka Selat Hormuz sepenuhnya dalam 30 hari

Baca juga: Oman dan Iran bahas kebebasan navigasi di Selat Hormuz

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.