Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) bersama para pelaku sejarah perjanjian Malino I di Poso dan Malino II di Maluku sepakat menjaga kedamaian di tengah pelaporan isi ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Teman-teman media, ini kita sudah bertemu. Sudah sepakat untuk tentunya menjaga kedamaian, dan supaya efek-efek itu, fitnah-fitnah itu, tidak dipahami secara baik," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pertemuan itu untuk membahas kembali peristiwa perang antarsaudara di Poso dan Maluku pada 25 tahun yang lalu dan menjajaki kesepakatan bersama bahwa masalah ceramahnya di UGM dianggap selesai.
“Namun, demikian juga karena apa yang saya sampaikan itu adalah hal yang terjadi di Poso dan Ambon yang terjadi pada 25 tahun yang lalu," ungkapnya.
Selain itu, JK menyebut isi ceramah mengenai kondisi perang saudara di Poso dan Maluku berasal dari pihak kampus untuk membahas proses perdamaian yang dilakukan JK sebagai perwakilan negara.
"Ceramah saya di Gajah Mada itu atas permintaan mereka untuk bicara tentang proses perdamaian. Jalan panjang menuju perdamaian, topik pembicaraannya," ungkapnya.
Baca juga: Jusuf Kalla jelaskan hanya bicara perdamaian di UGM, bukan penistaan
Ia meminta para pelaku sejarah Poso dan Maluku memberikan pengertian bahwa muatan materi yang disampaikannya sesuai keadaan yang sebenarnya saat peristiwa terjadi.
"Saya mengundang bapak-bapak, teman-teman dari Ambon dan Poso untuk memberikan pengertian kepada kita semua, berbagi pengalaman karena apa yang saya sampaikan itu sebenarnya hanya pendahuluan," ujarnya.
Salah satu pelaku sejarah, pihak delegasi Muslim dalam perundingan Malino I di Poso Sugianto Kaimuddin menegaskan polemik isi ceramah sudah diselesaikan secara damai melalui forum terbuka tersebut.
"Saya langsung saja bahwa sesungguhnya urusan kerusuhan Poso clear. Tidak ada yang perlu dibicarakan karena apa yang disampaikan oleh Pak JK itu adalah fakta lapangan," ujarnya.
Sebagai salah satu pihak Poso yang hadir, Sugianto menyebut masyarakat dan umat antar umat beragama di Kabupaten Poso telah bersepakat ceramah JK di UGM tidak boleh dipolitisasi.
"Baru-baru ini kami membentuk suatu lembaga yang namanya solidaritas antarumat beragama Kabupaten Poso. Yang menuangkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya adalah kami sangat tidak sependapat dan menolak jika ceramah atau kuliah umum Bapak M.H. Jusuf Kalla dipolitisasi," ucapnya.
Oleh karena itu, Sugianto mengatakan pihak para pelaku sejarah di Poso cepat mengambil tindakan untuk melakukan pertemuan bersama tokoh sejarah lainnya dan JK agar terciptanya kondisi damai.
"Kita mendengar informasi, kita cepat sekarang melakukan apapun pertemuan-pertemuan. Kita berhubungan satu dengan yang lain. Untuk demi kemaslahatan dan keselamatan kita bersama," tuturnya.
Baca juga: JK soroti peran masyarakat sipil dalam kegiatan kemanusiaan
Baca juga: Jusuf Kalla jelaskan pemakaian kata syahid saat ceramah di UGM
Baca juga: Menteri HAM dorong dialog atasi polemik pernyataan Jusuf Kalla
Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·