Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memanggil 23 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta pada 26 hingga 30 Mei 2026 sebagai langkah seleksi skuad menjelang turnamen Piala AFF 2026. Agenda ini dijadwalkan berlangsung setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir pada 23 Mei mendatang.
Dari daftar pemain yang dipanggil pada Selasa, 28 April 2026 tersebut, mayoritas merupakan pemain klub domestik dengan Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya penggawa yang berkiprah di luar negeri. Tim pelatih menerapkan metode seleksi durasi singkat untuk memantau langsung talenta baru yang belum pernah ditangani sebelumnya.
"Sebagai pelatih kepala dan staf pelatih, kami telah menyaksikan banyak pertandingan musim ini dan mendapatkan gambaran mengenai potensi pemain domestik," kata Herdman, dilansir dari laman resmi PSSI.
Seleksi ini menjadi sangat krusial mengingat pemain yang lolos akan dipersiapkan untuk menghadapi pertandingan uji coba melawan Oman pada 5 Juni 2026. Herdman menegaskan bahwa performa dalam pemusatan latihan akan menentukan posisi pemain di tim nasional.
"Ini adalah momen penting bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas mereka dan mengamankan tempat di [dalam] skuad Piala AFF [2026]," ujarnya.
Mauricio Souza selaku pelatih Persija Jakarta menyatakan kebanggaannya setelah penyerang Eksel Runtukahu masuk dalam daftar panggil tersebut. Eksel dipanggil menyusul performa impresifnya bersama tim Macan Kemayoran, termasuk torehan dua gol ke gawang Persebaya Surabaya pada 11 April lalu.
"Eksel adalah pemain yang sangat saya sukai. Dia melakukan persis seperti apa yang saya minta. Dia penyerang dengan fisik kuat, menyerang ruang, dan terus bergerak," kata Mauricio pada Senin, 28 April 2026.
Souza menambahkan bahwa staf kepelatihan Persija terus mengasah kemampuan penyelesaian akhir Eksel agar lebih tajam saat berkombinasi dengan rekan setimnya di lapangan.
"Kami sedang bekerja dengannya agar dia lebih baik dalam kombinasi dengan pemain lain karena dia pemain tipe 'bola terakhir' atau penyelesai akhir," ujarnya menambahkan.
Selain Eksel, Persija juga mengirimkan Shayne Pattynama, Fajar Fathurrahman, dan Witan Sulaeman ke tim nasional. Souza menganggap pemanggilan ini sebagai perwujudan mimpi bagi para pemainnya.
"Saya sangat bahagia untuk pemain (Persija) yang mendapatkan kesempatan itu. Mimpi setiap pemain adalah membela negara. Mereka dipanggil karena telah melakukan sesuatu yang luar biasa," ucap Mauricio.
Sementara itu, kapten Persib Bandung Marc Klok kembali mendapatkan kepercayaan untuk bergabung dalam skuat arahan John Herdman. Klok dipanggil bersama dua rekan setimnya di Persib, yakni Thom Haye dan Saddil Ramdani.
“Reaksi saya terhadap panggilan tim sasional selalu baik, senang, dan bersyukur. Indonesia adalah rumah saya, Indonesia adalah negara saya,” kata Klok.
Meski merasa bangga, Klok menegaskan prioritas utamanya saat ini adalah membawa Persib bersaing memperebutkan gelar juara liga melawan Borneo FC Samarinda.
“Pikiran saya mengenai persiapan adalah, saya fokus terlebih dahulu pada Persib. Kami memiliki momen-momen yang sangat krusial di depan kami,” kata pemain kelahiran Belanda tersebut.
Gelandang senior ini menargetkan lima kemenangan di laga sisa klub sebelum sepenuhnya mengalihkan fokus untuk beradaptasi dengan instruksi staf kepelatihan baru di tim nasional.
“Lima laga final, lima kemenangan. Jadi, dengan mempersiapkan yang terbaik untuk Persib, menjadi pemain terbaik, menjadi yang paling bugar,” tuturnya.
Klok menyadari tantangan fisik dan mental yang akan dihadapi saat bergabung dengan skuat Garuda, sehingga ia bertekad menjaga kondisi puncaknya sejak di level klub.
“Saya juga mempersiapkan yang terbaik untuk Timnas karena saya akan berada dalam kondisi mental dan fisik terbaik saat bergabung nanti,” sebutnya.
Menghadapi Piala AFF yang kini bernama ASEAN Championship 2026, Klok berharap bisa menjadi jembatan antara pemain muda dan tim kepelatihan yang dipimpin Herdman.
“Ini masih tahap seleksi atau tahap persiapan untuk AFF, menurut saya. Jadi target saya adalah menjalani persiapan yang sangat baik bersama teman-teman dan tim, untuk mengenal staf baru lagi karena semuanya baru, orang-orang baru lagi dan mereka harus mengenal saya,” paparnya.
Klok ingin membuktikan kualitasnya sebagai jenderal lapangan tengah yang layak menjadi pilihan utama dalam formasi timnas ke depannya.
“Jadi, ya, kami hanya harus siap. Kami harus menyerap semua informasi baru dan menunjukkan diri sendiri, membuktikan bahwa saya adalah gelandang yang bisa mereka pilih,” paparnya.
Pemain naturalisasi ini juga mengemban misi untuk menjadi sosok pemimpin bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda selama masa pemusatan latihan di Jakarta.
“Menjadi contoh, panutan bagi semua orang, dan saya sangat bersemangat untuk itu,” tandasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·